Spesifikasi Radio Penerima. Untuk menentukan apakah sebuah radio penerima termasuk dalam radio penerima yang baik, banyak faktor yang dapat digunakan. Spesifikasi radio penerima biasanya akan sangat berpengaruh pada penampilan dan unjuk kerja. Berikut ini spesifikasi radio penerima yang dapat digunakan dan diterapkan untuk produk rumah tangga ataupun radio penerima komunikasi.

Spesifikasi Penampilan Radio Penerima :

1. Kepekaan (Sensitivitas)

Berapa sinyal terlemah yang dapat diterima dengan reproduksi sinyal pemodulasi asli yang dapat diterima?. Kepekaan terbaik dibatasi oleh derau yang dibangkitkan di dalam penerima, sehingga derau keluaran merupakan salah satu faktor dalam menilai kepekaan. Dalam spesifikasi radio penerima, kepekaan (sensitivitas) didefinisikan sebagai tegangan masuk (pembawa) minimum yang akan menghasilkan suatu perbandingan daya sinyal ke derau (SNR = Signal to Noise Ratio) tertentu pada keluaran dari bagian IF. Beberapa jenis detektor (terutama FM) dapat menghasilkan perbaikan dalam SNR. Pada penerima AM, definisi lain dari kepekaan adalah “Tegangan pembawa masuk minimum yang termodulasi 50% pada 1000 Hz yang menghasilkan SNR tertentu pada keluaran detektor”.

Dengan demikian, sensitivitas sebuah radio penerima juga ditentukan oleh penguatan (gain) dari tingkat penguat RF dan penguat IF, serta derau thermal yang dapat terjadi pada komponen-komponen yang digunakan khususnya pada resistor dan semikonduktor yang digunakan.

2. Gambaran Derau (Noise Figure)

Banyaknya cara untuk menyatakan derau relatif dari suatu sistem terkadang sangat membingungkan. Namun sebenarnya ada satu indeks yang dinamakan gambaran derau (noise figure) yang dapat digunakan untuk membandingkan penampilan derau. Noise Figure secara standar didefinisikan sebagai “Perbandingan SNR (Signal to Noise Ratio) masuk ke SNR keluar dengan sumber masuk pada temperatur derau standar 290 K”. Namun pada kebanyakan kondisi praktis, temperatur derau masuk tidak sama dengan 290-K.

Noise figure sangat erat kaitannya dengan karakteristik komponen terutama semikondutor dalam hal ini transistor yang merupakan komponen utama sebuah penguat daya. Pabrik semikonduktor umumnya memberikan informasi lembaran data tentang gambaran derau setempat yang terukur atau gambaran derau rata-rata untuk berbagai kondisi kerja.

Gambaran derau atau noise figure ini berubah menurut frekuensi, arus kolektor, dan resistansi sumber serta temperature. Noise figure merupakan bagian yang amat penting dan sangat berpengaruh pada tingkat penguat RF dan pencampur pada spesifikasi radio penerima. Pada radio penerima, gambaran derau (noise figure) yang dianggap adalah antara terminal antena dan keluaran IF. Nilai standar untuk sebuah penerima radio yang baik adalah antara 5 dB sampai 10 dB.

3. Selektivitas

Selektivitas adalah ukuran dari kemampuan penerima untuk ditala pada stasiun pemancar yang dikehendaki dan membedakan dari sinyal-sinyal yang tidak dikehendaki. Spesifikasi radio penerima dalam hal selektivitas ditentukan oleh tanggapan frekuensi rangkaian yang mendahului detektor. Dalam penerima konvensional, selektivitas ditentukan terutama oleh filter dalam bagian IF, tetapi tertekannya tanggapan lancung pada frekuensi bayangan, frekuensi IF dan lainnya dikendalikan oleh rangkaian tala RF. Secara teori, semakin sempit lebar pita penguat IF, maka akan semakin tinggi selektivitas. Namun apabila lebar pita penguat IF terlalu sempit, maka penalaan juga akan sulit dan akan berpengaruh pada kualitas audio yang dihasilkan khususnya pada penerapan AM. Radio penerima dengan spesifikasi baik akan dapat dengan mudah ditala pada stasiun pemancar yang dikehendaki.

4. Penolakan Bayangan (Image Rejection)

Penolakan Bayangan adalah “Perbandingan antara masukan frekuensi bayangan dan masukan pembawa yang diinginkan, yang menghasilkan keluaran yang sama dari tingkat pencampur”. Penolakan bayangan ini biasanya dinyatakan dalam dB. Nilai standar untuk penolakan bayangan adalah sekitar -50 dB untuk penerima komunikasi. Harga tersebut dapat berubah-ubah menurut penalaan.

5. Penolakan Frekuensi antara (Intermediate Frequency Rejection)

Perbandingan dalam dB dari frekuensi antara (IF) dengan frekuensi pembawa yang diinginkan yang menghasilkan keluaran yang sama dari pencampur merupakan perbandingan penolakan IF. Perbandingan ini juga berubah menurut penalaan penerima. Pada penerima AM, apabila IF ditala pada 555 kHz maka tidak akan dapat membedakan sinyal interferensi pada 455 kHz frekuensi IF demikian pula kalau ditala pada 1665 kHz. Dengan demikian, penalaan IF haruslah pada frekuensi fundamental dari IF yang digunakan. Pada penerima radio, tahap penguat IF biasanya dilengkapi dengan filter IF berupa LC jajar yang ditala pada IF fundamental pada impedansi tertingginya dan terkadang masih ditambah dengan filter keramik atau mekanik pada tahap akhir penguat IF. Penambahan filter pada tingkat penguat IF ini selain sebagai penolakan frekuensi antara (IF), juga dapat meningkatkan spesifikasi radio penerima pada sisi selektivitas.

6. Fidelitas Audio

Fidelitas audio merupakan fungsi dari lebar pita menguat audio, tanggapan frekuensi dari seksi IF, dan penyaringan (filter) pasca-deteksi. Pada radio penerima AM, penguat audio yang digunakan tidak akan bekerja pada pita audio frekuensi tinggi mengingat karakteristik audio dari AM sangatlah terbatas. Sebaliknya tanggapan audio untuk penguat audio pada radio penerima FM sangatlah menentukan spesifikasi radio penerima dalam hal kualitas audio keluaran, karena Sistem modulasi FM sangat memungkinkan reproduksi audio dengan kualitas Hifi.