Skema Rangkaian Soft Starter TV. Pada sistem catu daya televisi yang ada di sekitar kita banyak di antaranya yang tidak dilengkapi dengan rangkaian start lunak atau lebih dikenal dengan nama soft start. Kebanyakan rangkaian ini tidak ada pada sistem TV buatan china. Tidak adanya rangkaian ini mengakibatkan arus start awal saat TV dihidupkan menjadi sangat tinggi.

Arus start awal yang sangat tinggi ibarat sebuah jaringan listrik yang dihubung singkat sehingga tidak jarang MCB di panel listrik Down. Keadaan ini dapat diatasi dengan mudah menggunakan rangkaian soft start TV yang dapat kita buat sendiri dengan beberapa komponen sederhana. Berikut ini skema rangkaian soft starter TV yang dapat kita buat :

Skema rangkaian Soft Starter TV di atas merupakan rangkaian aktif yang dibangun oleh 2 transistor bipolar Q1 dan Q2. Q1 dan Q2 masing-masing adalah 2SC1815 dan 2SC2331. Saat pertama kali TV dinyalakan maka arus sesaat akan ditahan oleh resistor 39 Ohm/15Watt mengalir menuju rangkaian dan menyalakan TV termasuk Fly Back nya. Selanjutnya FBT menyala dan dengan segera (sekitar 1 s/d 2 detik) rangkaian soft starter bekerja dengan mengaktifkan sakelar pada Relay (RL –  NO) sehingga sekarang rangkaian TV langsung terhubung ke Listrik jala-jala tanpa penahan resistor 39 Ohm/15W lagi. Rangkaian Soft Starter TV tersebut dapat juga diterapkan pada peralatan elektronik atau listrik yang lainnya.

Contoh Penerapan Soft Starter pada Pemancar FM

Komponen penting yang menentukan daya tahan rangkaian Soft Starter TV di atas adalah pada Relay (RL) sehingga harus dipilih komponen yang berkualitas untuk relay tersebut. Relay dapat dipilih dari jenis Relay 12 Vdc sakelar tunggal Normaly Open (NO) yang memiliki arus pensakelaran 5 – 10 Ampere AC. Relay semacam itu biasa digunakan khusus untuk rangkaian soft start televisi. Untuk bentuknya dapat Anda perhatikan pada gambar di atas.