Rangkaian Pengaman Beban Lebih Catu Daya (Overload Protector). Semua komponen elektronika tidak dapat dilewati oleh arus yang terlalu besar, yang melebihi kemampuan penanganan arusnya. Namun, karena suatu hal, batas arus maksimum ini dapat terlampaui. Akibatnya, komponen pasti akan rusak.

Berikut ini saya share rangkaian pengaman beban lebih atau yang lebih dikenal dengan nama overload protector. Dengan rangkaian ini kita dapat mengatur dan memantau arus keluaran catu daya, apakah arus yang diambil oleh beban berlebihan atau tidak, atau kita memanfaatkannya sebagai sekering elektronik.

Prinsip kerja rangkaian pengaman beban lebih atau overload protector catu daya di atas didasarkan pada komparator IC LM741. Komparator akan membandingkan tegangan yang terdapat pada resistor R2 dengan tegangan referensi pada potensiometer VR2 dengan titik A sebagai acuannya. Jika tegangan jatuh pada R2 lebih besar dari tegangan pada VR2, LED padam. Ini berarti arus yang ditarik oleh beban belum melebihi batas yang ditetapkan. Jika tegangan pada R2 lebih kecil dari tegangan di VR2, LED akan menyala yang menandakan bahwa arus beban berlebih. Penetapan batas arus keluaran dilakukan dengan mengatur potensio-meter VR2. Untuk mengetahui nilai arus tersebut maka, perlu dilakukan pengukuran tegangan di VR2, yaitu antara titik A (+) dan titik B (-), dimana :

VVR2 = Imaks x R2

Misal, jika diinginkan arus maksimal sebesar 0,25 A, dengan nilai R2 seperti pada daftar komponen tersebut, maka potensiometer VR2 harus diatur sehingga tegangan antara titik A dan B sebesar :

0,25 A x 2 Ohm = 0,5 Volt

Selanjutnya VR1 sehingga LED padam ketika VR2 pada kedudukan minimum (catu daya tanpa beban). Selanjutnya VR1 dapat diganti dengan nilai resistor yang sesuai. Dalam keadaan normal, S1 tertutup, sehingga untuk me-reset SCR setelah terjadi pembebanan berlebih, sakelar S1 harus dibuka sesaat. Fungsi sakelar ini dapat digantikan dengan cara mematikan catu daya sesaat, sehingga S1 dapat dihilangkan dengan langsung menghubung katoda SCR keĀ  ground.

Nilai dari dioda zener harus dipilih nilai lebih kecil dari tegangan keluaran catu daya supaya rangkaian pengaman beban lebih dapat melakukan pengendalian arus yang stabil. Anda dapat menggunakan nilai 3/4 dari tegangan keluaran catu daya. Resistor R2 yang bernilai 2 Ohm / 5 Watt dapat digantikan dengan beberapa buah resistor secara paralel sehingga mendapatkan nilai yang sama.