Cara Membuat Storyboard Website. Dalam pembuatan web, storyboard mewakili organisasi dan tata letak sebuah situs web. Bagian paling penting dari merancang sebuah situs web adalah peng-organisasian. Oleh karena itu, storyboard adalah cara mudah untuk memvisualisasikan organisasi situs dan prioritas informasi yang terkandung di dalamnya. Hal tersebut akan membantu dalam membuat situs yang lebih mudah untuk dinavigasi bagi semua pengunjung.

Sebuah situs web yang baik selalu mengutamakan kemudahan bagi pengunjung yang ingin menjelajahinya, sehingga keberadaan navigasi dan peng-organisasian semua yang ada pada situs sangat berperan dalam menjaga agar pengunjung merasa nyaman berlama-lama berada dalam situs web yang bersangkutan. Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam pembuatan storyboard sebuah situs web :

  1. Brainstorming. Sebagian besar klien biasanya segera ingin melihat seperti apa situs Web yang mereka inginkan atau tawarkan kepada mereka, namun demikian tanpa perencanaan dan peng-organisasian yang menjadi tahap penting dari pengembangan situs dapat menyebabkan masalah di tengah jalan. Memang hal ini dapat menjadi agak sulit untuk menyampaikannya kepada klien bahwa tahap ini merupakan kunci keberhasilan sebuah situs web. Dengan adanya brainstorming diharapkan gagasan-gagasan yang muncul baik dari klien, storyboard maker, dan web desainer (web programmer) akan menghasilkan sebuah gagasan kreatif yang disepakati.
  2. Hirarki. Gunakan skenario “Kita harus memiliki semua yang ada di halaman pertama”, dengan berpikir tentang bagaimana cara untuk mengatur konten atau isi sebuah web. Hal ini sangat penting untuk situs yang lebih kecil yang mungkin dimulai dengan jumlah konten yang cukup terbatas. Merancang situs web tanpa pertimbangan seperti apa situs akan terlihat enam bulan atau satu tahun ke depan akan dapat menyebabkan desain ulang situs secara menyeluruh yang sebenarnya tidak diinginkan. Kelompokkan informasi yang serupa menjadi bagian-bagian yang akan mudah dipahami oleh pengguna.
  3. Navigasi. Dalam membuat storyboard website, Navigasi Lateral (jauh dari halaman utama) melalui situs pada tingkat tertentu akan mengurangi frustrasi pengguna jika pengguna tidak harus melakukan perjalanan melalui halaman utama pada setiap waktu untuk mencapai bagian yang berbeda dari konten. Meskipun tidak mungkin untuk memiliki segalanya dalam navigasi, rambu-rambu kunci untuk bagian yang berbeda akan sangat membantu.
    Selain itu fungsi pencarian (search) akan membantu pengunjung web yang benar-benar ingin mencari bagian tertentu dari informasi daripada browsing. Pada beberapa pengelola perusahaan internet, mereka menawarkan mekanisme pencarian yang dapat dengan mudah  dimasukkan  ke sebagian besar situs.
  4. Balance.  Jangan sampai kehilangan kedalaman informasi. Sebagai Informasi penting, apa yang kemungkinan besar pengguna akan cari, haruslah tetap di suatu tempat atau dekat untuk memastikan bahwa pengguna dapat menemukannya dengan mudah. Hal ini biasanya dilakukan dengan memasang hyperlink yang diberi keterangan sebagai Similar Post atau Related Post sehingga pengunjung diberi penawaran tentang informasi-informasi yang ada kaitannya dengan informasi utama yang dicarinya. Hal ini cukup penting karena secara tidak langsung pengunjung akan merasa telah mendapatkan nilai lebih dari apa yang mereka cari dari situs web yang bersangkutan.

Storyboard sebuah situs web berbentuk kolom-kolom seperti halnya desain sebuah template web namun lebih dari itu. Dalam membuat storyboard website, jumlah lembar storyboard dapat terdiri dari beberapa lembar tergantung kedalaman level situs. Semakin dalam level situs web maka lembar storyborad yang harus digunakan akan lebih banyak. Berikut ini contoh storyboard website dengan kedalaman 3 level terdiri dari Halaman Utama, Halaman Category, dan Halaman Content. Silahkan dilihat :

Halaman Utama         Halaman Category        Halaman Content