Artikel ini merupakan kelanjutan dari sebelumnya yaitu cara membuat storyboard aplikasi multimedia beberapa waktu yang lalu. Pemakaian storyboard tidak hanya terbatas pada pembuatan animasi tetapi juga sangat diperlukan dalam pembuatan project multimedia lainnya seperti; Game, Film, Media Pembelajaran Interaktif, Design Website, Video Company Profile, dan sebagainya. Tujuan pembuatan storyboard adalah untuk menyampaikan ide dan menyelesaikan masalah yang mungkin muncul saat proses produksi. Pastikan untuk selalu memperhatikan seluruh proses pembuatan storyboard.

Beberapa poin yang perlu dipertimbangkan dalam membuat storyboard :

  • kontinuitas
  • suara
  • musik
  • gerakan
  • komposisi
  • warna
  • suasana hati
  • struktur
  • pementasan
  • dialog

Pertanyaan yang perlu dipertimbangkan sebelum memulai membuat storyboard diantaranya :

  • Untuk siapa storyboarddibuat ?
  • Apakah ada anggaran untuk storyboard ?
  • Berapa banyak waktu yang ada untuk pembuatannya ?
  • Sebanyak apa umpan balik dari rekan-rekan kerja setiap menyelesaikan tahap-tahap storyboard ?
  • Dimana film akan ditampilkan ?
  • Format apa yang harus digunakan ?
  • Berapa lama film yang akan dibuat ?
  • Pertimbangkan respon emosional penonton.
  • Bagaimana Anda akan mendapatkan perhatian mereka ?
  • Pertimbangkan kecepatan film.

Saat storyboard mulai dibuat, perlu juga dipertimbangkan beberapa hal penting. Berikut ini beberapa hal dan pertanyaan sementara yang perlu diperhatikan saat proses pembuatan storyboard :

  • Apakah setiap gambar yang telah dibuat memang diperlukan ?
  • Apakah setiap gambar sudah dapat menyampaikan pesan dengan jelas ?
  • Apakah setiap gambar saling berkesinambungan dan terstruktur ?
  • Apakah storyboard sudah mewakili semua pesan yang Anda miliki dan akan Anda sampaikan ?
  • Pertimbangkan sudut kamera.
  • Pertimbangkan posisi kamera.
  • Pertimbangkan pencahayaan adegan.
  • Pertimbangkan kecepatan film.
  • Pertimbangkan dimana pemotongan adengan harus dilakukan.
  • Pertimbangkan bagaimana pemotongan harus terjadi.

Rough Storyboard (Storyboard Kasar)

Adalah sebuah tindakan kasar storyboard dalam bentuk sketsa. Storyboard kasar biasanya monokrom dan dibuat menggunakan goresan-goresan pensil secara kasar. Pada tahap ini masih sangat mungkin dilakukan perubahan-perubahan gambar sketsa.

Storyboard

Pada tahap ini storyboard sudah siap digunakan dan harus mengandung semua informasi yang dibutuhkan untuk proses produksi. Pada tahap ini sebuah storyboard harus mencakup :

  • dialog
  • gerakan kamera
  • penerangan
  • soundtrack
  • ringkasan singkat dari tindakan

Presentasi Storyboard

Sepenuhnya merupakan hasil dari versi storyboard yang sudah final. Berbagai panel kunci storyboard dapat sepenuhnya diberikan pada seluruh storyboard. Presentasi storyboard merupakan bagian dari pekerjaan lapangan ke klien. Tujuan dari presentasi storyboard tidak hanya untuk mengkomunikasikan ide, tetapi juga untuk menunjukkan standar profesional kerja secara nyata. Storyboard dianggap selesai ketika ide-ide Anda telah didefinisikan sejelas mungkin dan ada cukup informasi untuk seluruh tim produksi.

Animatik/Leica Reel

Animasi, seperti yang kita semua tahu, merupakan media berbasis waktu atau timing. Ini berarti merupakan kumpulan rangkaian gambar yang dijalankan dan dilihat dalam waktu tertentu. Ini bukan satu gambar yang dilihat untuk waktu yang tidak ditentukan. Storyboard yang telah kita buat dan lihat sangat berharga dalam perencanaan sebuah animasi. Sebuah animasi adalah proses perakitan dan melihat gambar Storyboard bersama-sama dengan track audio. Dengan menggunakan perangkat lunak non-linear-editing, memungkinkan mengedit adegan sesuai perencanaan dengan akurat.