Master Oscillator Power Amplifier (MOPA). Untuk membangkitkan tegangan ac RF daya-tinggi dengan kestabilan frekuensi yang baik perlu menggunakan sistem yang terdiri dari dua tingkat atau lebih. Tingkat osilator menentukan frekuensi operasi, dan tingkat penguat RF membangkitkan keluaran daya tinggi. Untuk mendapatkan daya keluaran maksimum dan efisiensi terbaik digunakan penguat yang bekerja pada kelas C. Pemancar dua tingkat demikian ini dikenal sebagai Penguat Daya Osilator Induk (Master Oscillator Power Amplifier) atau disingkat MOPA.

Diagram blok dan diagram rangkaian dari Master Oscillator Power Amplifier, MOPA dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Blok Diagram dan Diagram Rangkaian MOPA

Rangkaian di atas terdiri dari sebuah osilator Hartley yang digandengkan secara kapasitif dengan penguat VMOS yang dinetralkan selanjutnya disalurkan pada antena “Marconi” yang dapat ditala, seperti pada gambar di sampingnya. Karena yang dihidup-matikan adalah B-, maka osilator dan penguat keduanya disetel hidup dan mati pada saat yang sama. Untuk penyusupan tidak memerlukan alat tambahan.

Master Oscillator Power Amplifier, MOPA di atas, bila osilatornya selalu bekerja sepanjang waktu dan hanya B+ di penguat yang dihidup-matikan, akan diperoleh kestabilan frekuensi yang sangat baik. Tetapi, sinyal osilatornya dapat menghalangi penerima setempat yang ditala pada frekuensinya. Namun bila penguatnya dinetralkan dengan baik, maka kebocoran sinyal osilator tersebut (dinamakan gelombang-balik) akan dapat diperkecil.

Meter dc di dalam suatu pemancar dapat dipintaskan dengan kapasitor 0,01-uF. Hal ini akan menghindarkan tegangan ac RF mengalir melalui kawat halus dan pegas-lembut yang terdapat di dalam meter yang dapat menyebabkannya terbakar. Meter dc tidak pernah ditempatkan di bagian rangkaian RF yang panas (kawat salur, kolektor, anoda, dan lain-lain). Ammeter RF di dalam rangkaian antena harus tidak dipintaskan, tentu saja, agar supaya dapat menunjuk.

Dalam Master Oscillator Power Amplifier, MOPA, Netralisasi sebuah penguat merupakan hal yang sangat penting sekali. Bila tidak dinetralkan dengan baik, tidak hanya akan terdapat sinyal lokal yang kuat pada saat kunci dibuka, bila hanya penguatnya saja yang dikunci, tetapi frekuensi osilatornya akan menyimpang (bergeser) pada waktu antena ditala. Penguat akan mengalami osilasi-diri yang kuat dan memancarkan sinyal-sinyal yang tidak baik (spurious) yang jauh dari frekuensi kerjanya. Frekuensi osilasinya dapat ditentukan dengan sebuah penerima atau frekuensi-meter. Sinyal kode keluarannya dapat dimonitor dengan penerima setempat, atau kuncinya dapat mengaktifkan sebuah osilator AF yang dihubungkan ke sebuah loudspeaker agar operator dapat memantau (monitor) titik-titik dan garis-garis yang sedang dikirim.

Di dalam diagram Master Oscillator Power Amplifier, MOPA di atas, baterainya digambarkan bukan sebagai catu-daya dengan tegangan-regulasi seperti pada keadaan sebenarnya. bila catu-daya demikian mempunyai filter yang kurang sempurna, maka dc berubah-ubah yang terjadi akan menimbulkan perubahan amplitudo keluaran pada 100-Hz (emisi A2A) yang akan kedengaran sebagai bunyi dengung (hum) di dalam penerima.