Fungsi dan Tujuan Sistem Operasi. Sistem operasi merupakan sebuah program yang mengontrol eksekusi program-program aplikasi dan berfungsi sebagai interface antara pengguna dengan komputer dan hardware komputer. Sistem operasi dapat dianggap sebagai sesuatu yang memiliki dua maksud atau membentuk dua fungsi, yaitu :

  • Nyaman :  Suatu sistem operasi akan membuat sistem komputer lebib mudah untuk digunakan.
  • Efisiensi :  Sistem operasi memungkinkan sumber daya sistem komputer dapat digunakan dengan cara yang efisien.

Sekarang kita akan telaah lebih jauh tentang kedua aspek sistem operasi ini;

1. Sistem Operasi sebagai Interface Pengguna/Komputer

Umumnya, fungsi utama komputer adalah menyediakan satu atau lebih aplikasi. Pengguna aplikasi-aplikasi tersebut disebut sebagai end user dan umumnya tidak berkepentingan dengan arsitektur komputer. Jadi, end user memandang sistem komputer dari sudut aplikasi. Aplikasi tersebut dapat diekspresikan dalam bentuk bahasa pemrograman dan dibuat oleh pemrogram aplikasi. Sekarang, semakin jelas bahwa bila akan membuat program aplikasi sebagai sebuah kumpulan instruksi mesin yang bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pengontrolan hardware komputer, maka seseorang akan menghadapi tugas yang sangat kompleks. Sebagian program-program ini dikenal sebagai utilitas.

Utilitas ini mengimplementasikan fungsi-fungsi yang sangat sering digunakan yang akan membantu dalam proses pembuatan program, manajemen file, dan pengontrolan perangkat I/O. Seorang pemrogram akan memanfaatkan fasilitas-fasilitas ini dalam membuat sebuah aplikasi, dan pada saat beroperasi, aplikasi akan meñggunakan utilitas untuk membentuk fungsi-fungsi tertentu. Program sistem yang paling penting adalah sistem operasi. Sistem operasi menyembunyikan detail hardware dari pemrogram dan menyediakan interface yang nyaman untuk menggunakan sistem bagi pemrogram. Sistem operasi berfungsi sebagai mediator, memudahkan bagi pemrogram dan bagi program-program aplikasi untuk mengakses dan menggunakan fasilitas-fasilitas dan layanan-layanan tersebut.

Singkatnya, umumnya sistem operasi menyediakan layanan-layanan dalam bidang berikut ini :

  • Pembuatan Program : Sistem operasi menyediakan berbagai fasilitas dan layanan untuk membantu pemrogram dalam membuat program. Hal mi dituangkan dalam istilah utilitas (utility).
  • Eksekusi Program : Jumlah tugas perlu dibentuk untuk mengeksekusi sebuah program. Instruksi-instruksi dan data harus dimuatkan ke memori utama, perangkat-perangkat I/O dan file harus diinisialisasi, dan sumber daya lainnya harus disiapkan. Sistem operasi menangani hal-hal tersebut untuk pengguna.
  • Akses ke Perangkat I/O : Setiap perangkat I/O memerlukan set instruksinya sendiri atau signal-signal kontrol untuk keperluan operasi. Sistem operasi mengatasi masalah detail sehingga pemrogram dapat memikirkannya dalam bentuk pembacaan dan penulisan yang sederhana.
  • Akses Terkontrol ke File : Dalam hal file, kontrol harus meliputi pengertian yang tidak hanya tentang sifat perangkat I/O (disk drive, tape drive) saja, namun juga tentang detailnya. Selanjutnya, dalam hal sistem yang memiliki sejumlah akses yang simultan, sistem operasi dapat menyediakan mekanisme perlindungan untuk mengontrol akses ke sumber daya yang digunakan bersama, seperti file-file.
  • Akses Sistem : Dalam sistem yang dapat digunakan bersama atau sistem publik, sistem operasi mengontrol akses ke sistem sebagai keseluruhan dan ke sumber daya sistem tertentu.

Lapisan dan Bentuk sebuah Sistem Komputer

Selanjutnya kita tidak akan pembahasan layanan sistem operasi, namun perhatian kita akan beralih fungsi manajemen sumber daya sistem operasi, dan implikasinya bagi organisasi dan arsitektur komputer. Untuk ulasan tersebut dapat anda baca kelanjutannya di :

Sistem Operasi | Tujuan dan Fungsi – bagian 2