<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Oprekzone</title>
	<atom:link href="http://oprekzone.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://oprekzone.com</link>
	<description>Inspiration  from Someone Who Lives in a Small Town</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 May 2013 04:27:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Bahaya Kejutan dan Sengatan Listrik</title>
		<link>http://oprekzone.com/bahaya-kejutan-dan-sengatan-listrik/</link>
		<comments>http://oprekzone.com/bahaya-kejutan-dan-sengatan-listrik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 May 2013 17:00:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oprekzone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oprekzone.com/?p=5637</guid>
		<description><![CDATA[Bahaya Kejutan dan Sengatan Listrik. Pernahkah Anda berpikir seperti apakah bahaya listrik itu? Tingkat bahaya listrik dapat berbeda-beda tergantung beberapa hal seperti tingkat tegangan, frekuensi kerja, dan kondisi di sekitar titik bahaya itu sendiri. Selain dari kondisi titik bahaya, faktor lain yang tidak kalah penting adalah manusianya, seberapa peduli dan sejauh mana pemahaman tentang karakteristik [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bahaya Kejutan dan Sengatan Listrik. Pernahkah Anda berpikir seperti apakah bahaya listrik itu? Tingkat bahaya listrik dapat berbeda-beda tergantung beberapa hal seperti tingkat tegangan, frekuensi kerja, dan kondisi di sekitar titik bahaya itu sendiri. Selain dari kondisi titik bahaya, faktor lain yang tidak kalah penting adalah manusianya, seberapa peduli dan sejauh mana pemahaman tentang karakteristik dasar listrik pada umumnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-5637"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Berikut ini beberapa jenis tingkat <a href="http://oprekzone.com/bahaya-listrik-dan-penanganan/">bahaya kejutan dan sengatan listrik</a> dan efeknya terhadap manusia :</p>
<ul>
<li style="text-align: justify;">Kejutan listrik dapat berkisar antara 1 mA pada ambang perasaan</li>
<li style="text-align: justify;">Sampai dengan 5 mA untuk kejutan yang mulai terasa</li>
<li style="text-align: justify;">Sampai 10 mA untuk terjadinya permulaan kelumpuhan tangan</li>
<li style="text-align: justify;">Sampai 30 mA untuk terjadinya penghentian pernafasan yang dapat menyebabkan kematian</li>
<li style="text-align: justify;">Sampai 75 mA untuk terjadinya &#8220;fibrasi ventikular&#8221; (detak jantung yang tidak teratur) dan dapat membawa maut</li>
<li style="text-align: justify;">Dengan arus 4 A jantung dapat berhenti bekerja tetapi mungkin mulai berdetak kembali bila arus mati</li>
<li style="text-align: justify;">Di atas 5 A akan membakar jaringan, tetapi tidak akan menjadi fatal bila bukan organ vital yang dikenai</li>
</ul>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Bahaya Kejutan dan Sengatan Listrik" alt="" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2013/05/kesetrum31.gif" width="174" height="250" /></p>
<p style="text-align: justify;">Suatu kejutan atau sengatan listrik yang relatif kecil dapat menjadi bahaya apabila menyebabkan reaksi yang keras yang dapat melontarkan seseorang ke belakang dan mungkin akan mengenai benda keras atau terjatuh dari tangga yang dapat menyebabkan luka-luka. Berikut ini beberapa nilai resistansi kontak kulit yang umum :</p>
<ul>
<li style="text-align: justify;">Sentuhan jari, kering, 50-kOhm, basah, 5-kOhm;</li>
<li style="text-align: justify;">Memegang kawat, kering, 15-kOhm, basah, 2-kOhm;</li>
<li style="text-align: justify;">Kaki ke tanah basah dengan sepatu basah, 5-kOhm;</li>
<li style="text-align: justify;">Tangan di dalam air, 300-kOhm</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Jadi, berdiri di atas tanah lembab dengan sepatu basah, sambil memegang sebuah tang, dan menyentuh kawat beraliran listrik, seseorang akan mempunyai resistansi ke tanah sekitar 10-kOhm. Dari hukum Ohm, V = IR, tegangan untuk menghasilkan kesakitan yang sangat = 0,005 x 10.000, atau 50 V. Bila tangannya berkeringat, tegangannya hanya akan sebesar sekitar 35 V. Pada tegangan ac 120 V dapat mengalir arus yang cukup besar yang dapat mengakibatkan kelumpuhan pernafasan karena setelah beberapa saat resistansi kontak badan akan menurun, sehingga arus kejut membesar.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika seseorang kesetrum karena terkena kejutan atau sengatan listrik, arus listriknya hendaknya dimatikan sebelum menyentuh orang tersebut. Jika tidak mungkin dilakukan, orang tersebut hendaknya ditarik agar lepas dari rangkaian dengan menggunakan kain kering, atau didorong dengan tongkat kayu kering atau yang berbahan isolator. Jika pernafasan telah terhenti, maka harus segera diberikan pertolongan nafas buatan melaui mulut-ke-mulut. Jika tidak ada tanda-tanda pulsa pada kerongkongan, harus segera diberikan pengembalian denyut jantung (Cardio Pulmonary Resuscitation = CPR).</p>
<p style="text-align: justify;">Lintasan arus akan menentukan tingkatan bahaya maut dari kejutan ata sengatan listrik. Melalui tangan atau telapak-tangan dapat atau tidak menimbulkan bahaya maut, sedangkan melalui tubuh atau jantung atau mengenai otak atau daerah tulang-belakang, kejutan dapat sangat berbahaya. Seseorang harus yakin bahwa dirinya tidak berhubungan dengan tanah pada waktu sedang bekerja dengan peralatan listrik, <a href="http://oprekzone.com/skema-fm-wireless-microphone/" target="_blank">menala pemancar</a>, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada gelombang ac RF tegangan-tinggi, seperti yang terdapat pada rangkaian LC atau ujung antena pemancar, bisa menimbulkan bahaya kejutan atau sengatan listrik RF frekuensi-tinggi yang lebih besar, meskipun hanya berkekuatan beberapa watt RF, dapat mengakibatkan kebakaran kulit daripada mengakibatkan kejutan biasa. Dengan daya yang lebih tinggi kebakaran akan semakin masuk ke kulit dan lambat sembuhnya. Ujung antena pemancar harus selalu cukup tinggi aagar tidak terjangkau oleh siapa saja.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oprekzone.com/bahaya-kejutan-dan-sengatan-listrik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Menentukan Nilai L Induktor C Kapasitor Rangkaian Resonan</title>
		<link>http://oprekzone.com/cara-menentukan-nilai-l-induktor-c-kapasitor-rangkaian-resonan/</link>
		<comments>http://oprekzone.com/cara-menentukan-nilai-l-induktor-c-kapasitor-rangkaian-resonan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 May 2013 14:19:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oprekzone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oprekzone.com/?p=5621</guid>
		<description><![CDATA[Cara Menentukan Nilai L Induktor dan C Kapasitor Rangkaian Resonan. Pada perencanaan rangkaian tertala LC, yang terpikir pertama kali biasanya adalah menentukan berapa ukuran kumparan dan berapa nilai kapasitor yang akan digunakan. Sebenarnya, dalam rangkaian tertala LC hanya akan ada satu nilai L dan C yang akan memberikan keluaran terbaik untuk suatu keadaan rangkaian tertentu. [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Cara Menentukan Nilai L Induktor dan C Kapasitor Rangkaian Resonan. Pada perencanaan rangkaian tertala LC, yang terpikir pertama kali biasanya adalah menentukan berapa ukuran kumparan dan berapa nilai kapasitor yang akan digunakan. Sebenarnya, dalam rangkaian tertala LC hanya akan ada satu nilai L dan C yang akan memberikan keluaran terbaik untuk suatu keadaan rangkaian tertentu. Karena banyaknya faktor di dalam rangkaian yang berubah-ubah, maka penentuan nilai yang tepat cukuplah rumit.</p>
<p><span id="more-5621"></span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Cara Menentukan L dan C Rangkaian Resonan" alt="" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2013/05/menentukan-lc_4.jpg" width="120" height="180" /></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk itu dapat digunakan pedoman lama yang praktis untuk rangkaian HF dalam menentukan besarnya kapasitansi yang akan digunakan. Dengan rumus resonansi besarnya induktansi sebuah induktor dapat dihitung. Pada awal diterapkannya radio, penggunaan frekuensi ac RF tidak sebanyak waktu sekarang. Pada waktu itu digunakan istilah panjang-gelombang, bukan frekuensi. Panjang gelombang merupakan jarak yang ditempuh oleh sebuah pulsa listrik, atau gelombang listrik dalam waktu menyelesaikan sebuah siklus yang lengkap, seperti gambar di bawah ini :</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Cara Menentukan Nilai L dan C Rangkaian Resonator" alt="" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2013/05/menentukan-lc_51.jpg" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai contoh, perhatikan suatu frekuensi sebesar 1.000.000 Hz. Periodenya (1/f) adalah 0,000001 detik. Frekuensi tersebut mengambil waktu tadi untuk menyelesaikan satu siklus. Di dalam waktu ini, pulsa atau gelombang listrik, akan menempuh jarak sepanjang 300 meter melalui ruang. Kecepatan pulsa listrik, atau gelombang radio adalah 300.000.000 m/det. Sebuah gelombang yang mempunyai frekuensi sebesar 1 MHz mempunyai panjang-gelombang 300 m. Rumus untuk mengubah panjang-gelombang ke frekuensi atau frekuensi ke panjang-gelombang adalah :</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" alt="" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2013/05/menentukan-lc_1.jpg" width="272" height="126" /></p>
<p style="text-align: justify;">Pedoman praktis yang telah disebutkan di atas adalah; untuk rangkaian resonan berimpedansi-tinggi, gunakan kapasitor 1 pF untuk setiap satu meter panjang-gelombang. Untuk rangkaian LC 1-MHz, maka dapat digunakan C bernilai 300 pF. Berapa besar kapasitansi kapasitor yang dapat digunakan di dalam rangkaian penalaan yang bekerja pada frekuensi sebesar 6000-kHz? Panjang-gelombangnya adalah :</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" alt="" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2013/05/menentukan-lc_2.jpg" width="205" height="47" /></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk itu dapat digunakan nilai C kapasitor sebesar 50 pF. Nilai ini merupakan nilai kapasitansi kapasitor untuk kerja optimum dari rangkaian penalaan. Hal tersebut semata-mata merupakan perkiraan awal. Dalam beberapa rangkaian dua kali nilai tersebut barangkali lebih baik; dalam rangkaian yang lain setengahnya mungkin lebih baik. Untuk rangkaian RF BJT impedansi-kecil 100 kali nilai yang  berasal dari pedoman praktis di atas mungkin lebih baik. Untuk menentukan L yang diperlukan untuk meresonansikan C 50 pF pada 6000-kHz, dapat digunakan rumus :</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" alt="" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2013/05/menentukan-lc_3.jpg" width="226" height="144" /></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan rumus sederhana di atas kita dapat mengetahui cara <a href="oprekzone.com/cara-menentukan-nilai-l-induktor-c-kapasitor-rangkaian-resonan/">menentukan nilai L induktor dan C kapasitor</a> untuk rangkaian resonan. Selanjutnya, bila kumparannya induktor harus mempunyai nilai induktansi 14-uH, berapakah ukuran dan jumlah lilitannya? Untuk mengetahuinya anda dapat menggunakan rumus pada artikel saya sebelumnya tentang<a title="Cara Membuat Induktor atau Lilitan" href="http://oprekzone.com/cara-membuat-induktor-atau-lilitan/" target="_blank"> Cara Membuat Induktor.</a></p>
<p style="text-align: justify;">Hal berbeda apabila diterapkan pada sebuah pelipat-ganda frekuensi. Sebagai misal; sebuah pelipat-ganda frekuensi mempunyai frekuensi masukan sebesar 1000-kHz. Besarnya induktansi rangkaian keluaran adalah 60-uH. Berapakah besar kapasitas keluaran yang diperlukan untuk resonansi?. Karena tahap tersebut merupakan sebuah pengganda frekuensi, maka frekuensi keluarannya adalah 2000-kHz. Dengan menggunakan induktansi 60-uH, maka besarnya nilai C dapat dicari dengan rumus resonansi :<br />
<img class="alignnone" alt="" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2013/05/menentukan-lc_6.jpg" width="305" height="101" /><br />
Nilai di atas merupakan kapasitas keseluruhan, termasuk kapasitansi piranti dan kapasitansi rangkaian tambahan, untuk meresonansikan kumparan 60-uH pada frekuensi 2000-kHz.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oprekzone.com/cara-menentukan-nilai-l-induktor-c-kapasitor-rangkaian-resonan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Block Diagram Phase Locked Loop &#8211; PLL</title>
		<link>http://oprekzone.com/block-diagram-of-phase-locked-loop-pll/</link>
		<comments>http://oprekzone.com/block-diagram-of-phase-locked-loop-pll/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 May 2013 17:00:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oprekzone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Electronics]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oprekzone.com/?p=5597</guid>
		<description><![CDATA[Block Diagram Phase Locked Loop &#8211; PLL. A system that allows a certain signal to control the signal phase of an oscillator which is locked in a circle. The phase frequency oscillator can be as large or multiples of the frequency of the signal (hereinafter referred to as frequency-reference). If the frequency of the signal [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Block Diagram Phase Locked Loop &#8211; PLL. A system that allows a certain signal to control the signal phase of an oscillator which is locked in a circle. The phase frequency oscillator can be as large or multiples of the frequency of the signal (hereinafter referred to as frequency-reference). If the frequency of the signal derived from a crystal oscillator frequency so that others can have the same stability defined by the frequency of the crystal. This became the basis of the Frequency Synthesizer.<br />
<span id="more-5597"></span></p>
<p style="text-align: justify;">If the reference frequency has a value varying the frequency of &#8220;ring oscillator&#8221; will follow the change. This principle is used in the demodulator FM (Frequency Modulation), FSK (Frequency Shift Keying) and Tracking Filter.</p>
<p style="text-align: justify;">Here&#8217;s an example block diagram of Phase Locked Loop &#8211; PLL Classic Applicative working on FM-II 100-MHz :</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Block Diagram of Phase Locked Loop - PLL" alt="" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2010/06/pll.jpg" width="485" height="307" /></p>
<p style="text-align: justify;">Above principles better known as PLL (Phase Locked Loop) and has been known since 1923 but little used until the end of 1960. The parts of the PLL consists of :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Fixed-frequency oscillator as a reference which is usually constructed using quartz crystals to ensure stability</li>
<li style="text-align: justify;">VCO (Voltage Control Oscillator) is an oscillator whose output frequency of the voltage controlled</li>
<li style="text-align: justify;">LPF (Low Pass Filter). This section basically changing so fast voltage swing of Phase Detector into dc voltage controlled phase</li>
<li style="text-align: justify;">LPF-Amplifier. This section reinforces the LPF output is still very weak up to the level of a few volts dc to be able to control the VCO</li>
<li style="text-align: justify;">n-Devider or &#8220;divisor n times&#8221;. The section that divides the desired output frequency of the VCO frequency equal to the so-reference</li>
<li style="text-align: justify;">Phase Detector. This part works by comparing the value of the reference frequency to the frequency of the n-Devider. Will output 0 volts if the same happens both frequency and dc value certain extent if the two frequencies are not the same</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">In terms of the function of each part of the above can be illustrated that the frequencies are in the &#8220;ring&#8221; is extremely stable reference frequency to match the stability of the crystal oscillator. The most decisive of the quality of a PLL is Respone Time of LPF and Devider and width of the field work at the level of the VCO control voltage. Design of the LPF value builder component is crucial to the PLL output (VCO) directly. Inaccuracy would cause Locking Time lasts a long time and this is an indication of the performance of the PLL is not good. Besides, can also cause side-tone is quite disturbing because it will be carried along in the implementation of FM modulation wave.</p>
<p style="text-align: justify;">Block Diagram of Phase Locked Loop devider usually begins with a pre-scaller since most n-devider not able to work on the band-II. Thus there will be a number of stages before reaching the devider Phase Detector and this can be overcome by the use of TTL IC because his speed is unquestioned. On certain types of PLL determining the desired output frequency is used in two ways, namely through n-devider and changes in the reference frequency. Changes in the reference frequency can not be freely given Q n-devider very high-factory of crystal quartz that only allows shifting as wide as 2% of the fundamental frequency. This method is generally applicable to ordinary and AM-SSB Transceiver with Variable installing capacitor in series with the crystal to do the Fine-Tuning.</p>
<p style="text-align: justify;">Use of quartz crystal as an oscillator has long since worn Q-factory of more than 3000 and its stability is awesome. As an illustration, if used clock / watch is the source of the beats made it to late quartz crystal or faster 1 second it takes 300 years.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oprekzone.com/block-diagram-of-phase-locked-loop-pll/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengatasi Application Configuration is Incorrect Problem pada Camstudio</title>
		<link>http://oprekzone.com/mengatasi-application-configuration-is-incorrect-problem-pada-camstudio/</link>
		<comments>http://oprekzone.com/mengatasi-application-configuration-is-incorrect-problem-pada-camstudio/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 May 2013 17:16:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oprekzone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tip Trik Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oprekzone.com/?p=5576</guid>
		<description><![CDATA[Mengatasi Error Application Configuration is Incorrect Camstudio. Salah satu aplikasi perekam aktifitas desktop terbaik dan gratis adalah camstudio. Itu menurut pendapat saya pribadi. software ini banyak sekali digunakan untuk membuat video tutorial operasional komputer. Permasalahan kadang muncul saat kita pertama kali ingin menggunakan aplikasi ini setelah kita instalasi pada komputer atau laptop. Masalah yang sering [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mengatasi Error Application Configuration is Incorrect Camstudio. Salah satu aplikasi perekam aktifitas desktop terbaik dan gratis adalah camstudio. Itu menurut pendapat saya pribadi. software ini banyak sekali digunakan untuk membuat video tutorial operasional komputer. Permasalahan kadang muncul saat kita pertama kali ingin menggunakan aplikasi ini setelah kita instalasi pada komputer atau laptop. Masalah yang sering adalah munculnya jendela The Application Configuration is Incorrect saat kita akan melakukan Recording desktop.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-5576"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pesan yang muncul secara lengkap adalah <em>&#8220;This application has failed to start because the application configuration is incorrect. Reinstalling the application may fix this problem&#8221;</em>. Dengan munculnya pesan seperti itu praktis Camstudio tidak dapat digunakan untuk melakukan perekaman desktop. Saya juga pernah mengalami hal tersebut.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Camstudio Application Configuration is Incorrect" alt="" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2013/05/camstudio-error-recorder.jpg" width="495" height="87" /></p>
<p style="text-align: center;">How fix the problem &#8220;<em>This application has failed to start because the application configuration is incorrect&#8221; </em>on Camstudio ?</p>
<p style="text-align: justify;">Pada jendela pup-up di atas, untuk mengatasi masalah tersebut kita dianjurkan melakukan instalasi ulang software Camstudio nya. Namun tindakan tersebut tetap tidak berhasil dan pesan yang sama selalu muncul saat dilakukan perintah Recording. Dari hasil penelusuran melalui mesin pencari ternyata masalahnya ada pada aplikasi pendukung yang belum terinstall pada komputer atau laptop yang bersangkutan yaitu Microsoft Visual C++ Redistributable.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengapa demikian? Microsoft Visual C++ Redistributable merupakan aplikasi pendukung yang harus ada agar program-program yang dibuat menggunakan bahasa C++ dapat dijalankan pada komputer kita atau supaya tidak terjadi kesulitan dan kendala dalam menjalankannya. Selain itu juga berfungsi untuk memperbaiki celah keamanan yang ditemukan, karena biasanya setiap program memiliki celah keamanan yang berpotensi ditembus oleh hacker. Ada beberapa versi dari Microsoft Visual C++ Redistributable yang dapat digunakan mulai 2005, 2008, atau versi terbaru Microsoft Visual C++ 2010. Untuk versi terbaru atau ter Update dapat di download langsung dari situs resminya di bawah ini :</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.microsoft.com/en-us/download/default.aspx" target="_blank">Download Microsoft Visual C++</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oprekzone.com/mengatasi-application-configuration-is-incorrect-problem-pada-camstudio/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FM Wireless Microphone Schematic</title>
		<link>http://oprekzone.com/fm-wireless-microphone-schematic/</link>
		<comments>http://oprekzone.com/fm-wireless-microphone-schematic/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 23:58:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oprekzone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Electronics]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oprekzone.com/?p=5570</guid>
		<description><![CDATA[FM Wireless Microphone Schematic. In some applications, the use of the microphone cable is sometimes very difficultly. So use a cordless microphone is needed. Microphone as it is often referred to as wireless microphones (cordless microphone). Here I share wireless microphone circuit schematics using one transistor. Constructed using one bipolar transistors and work on the [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">FM Wireless Microphone Schematic. In some applications, the use of the microphone cable is sometimes very difficultly. So use a cordless microphone is needed. Microphone as it is often referred to as wireless microphones (cordless microphone). Here I share wireless microphone circuit schematics using one transistor. Constructed using one bipolar transistors and work on the FM band. Resources of the wireless FM microphone circuit is derived from the 1,5 Volt batteries.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-5570"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Constructed using a single transistor 2SC829 and a few passive components. All capacitors using ceramic materials and resistors using the 1/4 watt to save a <a href="http://oprekzone.com/skema-fm-wireless-microphone/" target="_blank">FM wireless microphone</a> schematic circuit. Used a single 1.5 Vdc of battery for power supply. Antenna can be used with a cable 0.75 meters of length use copper lines made on pcb. The following sightings :</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="FM Wireless Microphone Shcematic" alt="" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2013/05/wireless-fm.jpg" width="495" height="249" /></p>
<p style="text-align: justify;">Circuit of wireless fm microphone can be made on the of 0.8 x 5 cm size pcb, so small enough to put on the handle body of microphone. Inductor built it using email wire diameter size of 0.5 mm by 3.5 turns. Setting the work frequency of fm wireless microphone made with stretch and tighten the wire coil inductor. Effective range of wireless microphone above can reach 10 meters in the state of LOS <em>(Line Off Sight)</em> or without obstruction to the FM radio receiver.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oprekzone.com/fm-wireless-microphone-schematic/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Membuat Animasi Kartun dengan Macromedia Flash 8</title>
		<link>http://oprekzone.com/cara-membuat-animasi-kartun-dengan-macromedia-flash-8/</link>
		<comments>http://oprekzone.com/cara-membuat-animasi-kartun-dengan-macromedia-flash-8/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Apr 2013 16:41:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oprekzone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Multimedia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oprekzone.com/?p=5615</guid>
		<description><![CDATA[Cara Membuat Animasi Kartun dengan Macromedia Flash 8. Salah satu fungsi dari software Macromedia Flash 8 adalah dapat digunakan untuk membuat animasi kartun. Ada cukup banyak teknik yang dapat digunakan dalam membuat animasi kartun ini tergantung dari sang animator. Kali ini saya akan share film animasi kartun yang coba saya buat menggunakan Macromedia Flash 8. [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Cara Membuat Animasi Kartun dengan Macromedia Flash 8. Salah satu fungsi dari software Macromedia Flash 8 adalah dapat digunakan untuk membuat animasi kartun. Ada cukup banyak teknik yang dapat digunakan dalam membuat animasi kartun ini tergantung dari sang animator. Kali ini saya akan share film animasi kartun yang coba saya buat menggunakan Macromedia Flash 8. Video animasi kartun dengan flash ini sebenarnya sudah cukup lama saya buat tetapi baru kali ini saya sempat publikasikan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-5615"></span><br />
<strong>Langkah-langkah Membuat Animasi Kartun :</strong></p>
<ul>
<li>Tentukan Ide</li>
<li>Membuat Sinopsis</li>
<li>Susun Skenario/Storyboard termasuk di dalamnya Audio</li>
<li>Audio Recording</li>
<li>Tentukan jenis animasi –&gt; character layout or character library</li>
<li>Buat Karakter –&gt; bisa dimulai dengan sketsa karakter</li>
<li>Tentukan Background –&gt; bisa dimulai dengan sketsa background</li>
<li>Scanning Sketsa karakter dan sketsa background –&gt; Digitalisasi</li>
<li>Editing background dan karakter –&gt; Digitalisasi –&gt; CleanUp dan Sisip</li>
<li>Import bahan-bahan animasi ke Macromedia Flash</li>
<li>Penggabungan bahan-bahan animasi pada flash</li>
<li>Test Movie</li>
<li>Export to SWF</li>
<li>Converting SWF ke Video –&gt; AVI</li>
<li>Editing Video –&gt; Sisip –&gt; Effect, Transition, Text, Audio</li>
<li>Finalized Rendering to Video</li>
</ul>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Cara Membuat Animasi Kartun dengan Macromedia Flash 8" alt="" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2013/01/animasi-kartun-dengan-flash.jpg" width="450" height="275" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Detail Animasi Kartun :</strong></p>
<ul>
<li>30 frame per second</li>
<li>Frame to frame animation</li>
<li>Motion tween animation</li>
<li>Movie Clip animation</li>
<li>Audio include on Macromedia Flash with another layer</li>
<li>Drawing animation on Macromedia Flash directed</li>
<li>WAV audio file format</li>
<li>Free Sound Recorder Audio Record</li>
<li>Converted SWF with <a href="http://oprekzone.com/cara-merubah-konversi-file-swf-ke-avi-video/" target="_blank">iWsoft SWF to AVI Converter</a></li>
<li>Video edited using Windows Movie Maker</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Masih jauh dari sempurna terutama pada durasi… qqq. Bagi Anda yang hoby membuat <a href="http://oprekzone.com/membuat-animasi-kartun-dengan-macromedia-flash-8/" target="_blank">animasi kartun</a> mungkin bisa mencoba menggunakan macromedia flash 8 sebagai software nya. Untuk melihatnya hasilnya Klik Link Berikut :</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.youtube.com/watch?v=2S7G_u8Aht0" target="_blank">Animasi Kartun dengan Flash</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oprekzone.com/cara-membuat-animasi-kartun-dengan-macromedia-flash-8/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blok Diagram Pemancar AM</title>
		<link>http://oprekzone.com/blok-block-diagram-pemancar-am/</link>
		<comments>http://oprekzone.com/blok-block-diagram-pemancar-am/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Apr 2013 15:06:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oprekzone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika]]></category>
		<category><![CDATA[pemancar am]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oprekzone.com/?p=5153</guid>
		<description><![CDATA[Blok Diagram Pemancar AM (Block Diagram of AM Transmitter). Pada sistem pemancar AM (Amplitudo Modulation), proses modulasi mengakibatkan perubahan amplitudo sinyal pembawa berupa level amplitudo yang sebanding dengan amplitudo sinyal pemodulasi (pesan). Pada sistem pemancar AM, pemodulasian pada umumnya dilakukan pada tingkat akhir pemancar di bagian final amplifier. Berikut Blok Diagram dari sebuah Pemancar AM [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Blok Diagram Pemancar AM <em>(Block Diagram of AM Transmitter)</em>. Pada sistem pemancar AM <em>(Amplitudo Modulation),</em> proses modulasi mengakibatkan perubahan amplitudo sinyal pembawa berupa level amplitudo yang sebanding dengan amplitudo sinyal pemodulasi (pesan). Pada sistem pemancar AM, pemodulasian pada umumnya dilakukan pada tingkat akhir pemancar di bagian <em>final amplifier.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-5153"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Berikut Blok Diagram dari sebuah Pemancar AM komersial <em>(broadcast)</em> klasik :</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Blok Diagram Pemancar AM" alt="" src="http://materimultimediasmk.files.wordpress.com/2013/04/blok-diagram-pemancar-am1.jpg" width="495" height="230" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Keterangan :</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Osilator</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Berfungsi membangkitkan getaran frekuensi tinggi sesuai dengan frekuensi resonansi lingkar tala dari generator tala yang biasanya digunakan resonator paralel berupa LC jajar pada pemancar AM klasik. Beberapa pemancar radio AM menggunakan resonator kristal sebagai generator frekuensi untuk kestabilan frekuensi yang lebih tinggi. Pada pemancar AM modern penerapan osilator terkendali PLL lebih banyak diterapkan. Pada pemancar AM komersial <em>(broadcast)</em> osilator bekerja pada frekuensi mulai 535 s/d 1605 kHz atau sebesar 1070 kHz dengan lebar spektrum maksimum 10 kHz setiap kanal nya. Dengan demikian ada 107 pemancar AM yang dapat ditampung pada pita frekuensi selebar 1070 kHz tersebut.<em></em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Buffer </strong>(Penyangga)</p>
<p style="text-align: justify;">Keluaran dari osilator masih merupakan sinyal lemah dengan impedansi keluaran yang tinggi sehingga kurang sesuai untuk menggerakkan rangkaian penguat berikutnya. Tahap penyangga akan sangat berperan dalam hal ini karena pada intinya adalah sebuah rangkaian penguat arus bagi osilator. Sebuah penyangga atau <em>buffer</em> identik dengan sebuah rangkaian dengan impedansi masukan tinggi dan impedansi keluaran yang rendah sehingga dapat meniadakan efek pembebanan rangkaian.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Driver </strong>(Kemudi)</p>
<p style="text-align: justify;">Pada blok diagram pemancar am, tahap ini berfungsi mengatur penguatan daya (tegangan dan arus) sinyal AM sebelum menuju penguat akhir. Pada bagian ini sering digunakan penguat kelas A untuk menjamin linieritas sinyal keluaran. Pada penerapannya sering digunakan beberapa tingkatan driver untuk menghasilkan daya sinyal yang cukup untuk menggerakkan penguat akhir. Hal tersebut dilakukan mengingat efisiensi penguat kelas A yang rendah (hanya sekitar 30%). Pada tahap driver, penggunaan tapis-lolos-bawah sangat dianjurkan untuk menekan frekuensi harmonisa.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Penguat Akhir </strong>(Final Amplifier)</p>
<p style="text-align: justify;">Penguat akhir merupakan unit rangkaian penguat daya RF efisiensi tinggi, untuk itu hampir selalu digunakan penguat daya RF tertala kelas C karena menawarkan efisiensi daya hingga “100%”. Bagian akhir dari tahap ini selalu dipasang filter untuk menekan frekuensi harmonisa dan sekaligus mengembalikan bentuk sinyal keluaran ke bentuk semula<em> (sinus). </em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. Audio Input</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Merupakan sinyal pesan atau sinyal informasi yang akan ditumpangkan pada sinyal pembawa. Sinyal ini berupa sinyal suara audio baik dari mikropon maupun dari pemutar musik.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>6. System Audio</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bagian ini bertugas memproses sinyal audio input sebelum masuk ke tahap modulator. Tahap ini terdiri dari penguat depan <em>(pre-amplifier)</em> sampai dengan penguat akhir audio<em> (audio power amplifier).</em> Pada tahap awal biasanya dilengkapi dengan filter sinyal audio yang membatasi lebar bidang audio maksimal pada 5 kHz frekuensi lancung. Hal tersebut berkaitan dengan ketentuan lebar bidang maksimum spektrum pemancar AM yang tidak boleh melebihi 10 kHz. Inilah yang menjadi satu alasan mengapa kualitas audio yang dihasilkan oleh penerima radio AM kurang kuat pada frekuensi tinggi audio nya <em>(treble).</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>7. Modulator</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada pemancar AM komersial <em>(broadcast)</em>, pemodulasian sinyal pembawa dilakukan oleh modulator pada tahap penguat akhir pemancar. Modulator bekerja dengan sebuah transformator modulasi menggerakkan kolektor penguat akhir sehingga menghasilkan ayunan amplitudo pada sinyal RF. Hasil dari pemodulasian AM adalah berupa sinyal RF dengan komposisi tiga buah frekuensi yaitu; frekuensi pembawa atau fc <em>(frequency carrier)</em> dan dua buah frekuensi sisi <em>(side band)</em> berupa frekuensi jumlah <em>(fc+fi)</em> dan frekuensi selisih <em>(fc-fi)</em>, dimana fi adalah <em>frequency information.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>8. Antenna</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Merupakan bagian terakhir pada blok diagram pemancar am. Berfungsi mengubah getaran listrik frekuensi tinggi menjadi gelombang elektromagnetik dan meradiasikannya ke ruang bebas. Pada pemancar AM komersial <em>(broadcast),</em> biasa digunakan jenis antena vertikal 1/4 panjang gelombang dengan langsung menggunakan bumi sebagai pentanahan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oprekzone.com/blok-block-diagram-pemancar-am/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Memilih Aksesoris Laptop</title>
		<link>http://oprekzone.com/tip-memilih-aksesoris-laptop/</link>
		<comments>http://oprekzone.com/tip-memilih-aksesoris-laptop/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Apr 2013 03:51:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oprekzone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tip Trik Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oprekzone.com/?p=5110</guid>
		<description><![CDATA[Tips Memilih Aksesoris Laptop. Saat ini laptop bukan lagi menjadi barang yang langka dan mewah. Bahkan laptop kini tidak hanya digunakan oleh orang dewasa, melainkan juga di semua usia, termasuk siswa sekolah karena laptop memiliki banyak keuntungan. Dengan teknologi laptop yang terus berkembang, semakin membuka peluang bagi vendor aksesoris laptop. Saat ini banyak kita lihat [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tips Memilih Aksesoris Laptop. Saat ini laptop bukan lagi menjadi barang yang langka dan mewah. Bahkan laptop kini tidak hanya digunakan oleh orang dewasa, melainkan juga di semua usia, termasuk siswa sekolah karena laptop memiliki banyak keuntungan. Dengan teknologi laptop yang terus berkembang, semakin membuka peluang bagi vendor aksesoris laptop. Saat ini banyak kita lihat model dari berbagai aksesoris laptop dengan keunggulan masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-5110"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan adanya berbagai macam aksesoris ini, membuat kita sebagai konsumen harus benar-benar selektif dalam memilih. Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum kita membeli aksesoris laptop. Berikut Tips atau Cara memilih Aksesoris Laptop sebelum Anda membelinya :</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Tips Memilih Aksesoris Laptop" alt="" src="http://materimultimediasmk.files.wordpress.com/2013/04/aksesoris-laptop.jpg" width="400" height="261" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Periksa Kondisi Keuangan.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum membeli aksesoris laptop, pertimbangan yang paling utama adalah kondisi keuangan. Kondisi keuangan akan sangat menentukan aksesoris laptop jenis apa yang akan kita beli. Pastikan harga aksesoris yang Anda akan beli tidak akan menguras habis keuangan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Pertimbangkan Manfaatnya.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum membelinya, pastikan bahwa Anda benar-benar membutuhkan aksesoris tersebut untuk laptop yang Anda gunakan dan kalau perlu, pastikan jika tidak membelinya maka dapat berakibat buruk pada laptop atau kinerja Anda dengan laptop tersebut. Jangan membeli aksesoris laptop tanpa mengetahui manfaatnya atau yang justru dapat memperburuk kinerja atau yang bahkan berpotensi merusak laptop Anda.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Kualitas Barang.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jangan mudah tergiur dengan harga aksesoris yang murah atau diskon tinggi. Biasanya barang yang dijual dengan harga murah atau diskon tinggi memiliki kualitas yang jauh di bawah standar.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Periksa Spesifikasi.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Periksa spesifikasi barang sebelum Anda membelinya. Jangan sampai aksesoris yang Anda beli tidak sesuai dengan spesifikasi laptop yang Anda gunakan. Tidak ada salahnya Anda membawa laptop saat membeli aksesoris untuk menghindari kesalahan dalam hal spesifikasi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. Periksa Garansi.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Silakan periksa garansi dan beberapa keuntungan yang bisa didapat saat membeli aksesoris untuk laptop Anda. Sebagian besar aksesoris laptop biasanya tidak memberikan garansi sama sekali. Memang ada beberapa yang memberikan garansi tetapi biasanya sebentar hanya beberapa minggu bahkan ada yang beberapa hari saja.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>6. Cari Informasi.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Cobalah terlebih dahulu meminta atau mencari informasi sebanyak-banyaknya berkaitan dengan aksesoris laptop yang Anda akan beli sehingga Anda tidak salah memilih dan dapat mempertimbangkan semua hal yang berkaitan dengan aksesoris yang akan Anda beli nantinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tips atau cara memilih dan membeli aksesoris laptop di atas semata-mata hanya dari saya pribadi. Mungkin Anda mempunyai tips yang lain?&#8230; silahkan di share melalui kolom komentar di bawah ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oprekzone.com/tip-memilih-aksesoris-laptop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Sharing Printer pada Windows XP</title>
		<link>http://oprekzone.com/cara-sharing-printer-pada-windows-xp/</link>
		<comments>http://oprekzone.com/cara-sharing-printer-pada-windows-xp/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Apr 2013 02:55:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oprekzone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tip Trik Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[share printer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oprekzone.com/?p=5455</guid>
		<description><![CDATA[Untuk mempermudah operasional pada dua komputer atau lebih yang tersambung dalam jaringan lokal (LAN) kabel maupun Wireless LAN biasanya perlu dilakukan optimalisasi sumber daya peralatan. Salah satu sumber daya yang seringkali dioptimalisasi adalah printer dengan cara menggunakan satu printer untuk pemakaian banyak komputer yang tersambung dalam jaringan tersebut atau sering disebut dengan cara sharing printer [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Untuk mempermudah operasional pada dua komputer atau lebih yang tersambung dalam jaringan lokal (LAN) kabel maupun Wireless LAN biasanya perlu dilakukan optimalisasi sumber daya peralatan. Salah satu sumber daya yang seringkali dioptimalisasi adalah printer dengan cara menggunakan satu printer untuk pemakaian banyak komputer yang tersambung dalam jaringan tersebut atau sering disebut dengan cara sharing printer di windows XP.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-5455"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam pemakaian sumber daya printer secara bersama-sama untuk banyak komputer dalam suatu jaringan lokal (LAN) ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, diantaranya :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Semua komputer sudah terkoneksi dalam satu jaringan baik LAN kabel atau WiFi LAN atau gabungan keduanya.</li>
<li style="text-align: justify;">Untuk dapat sharing printer pada windows xp, semua komputer harus memiliki WorkGroup yang sama.</li>
<li style="text-align: justify;">Harus ada satu komputer yang digunakan sebagai Master (OPERATOR) yang terhubung langsung dengan printer yang dishare. Komputer Master harus dihidupkan setiap komputer lain (CLIENT) akan menggunakan printer.</li>
</ol>
<p>Langkah-langkah Pengaturan cara sharing printer di windows xp :</p>
<p><strong>1. Pengaturan pada Semua Komputer</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setting Workgroup dilakukan pada semua komputer dengan cara buka <strong><em>Control </em><em>Panel &#8211;&gt;</em><em> System.</em></strong> Pilih Tab<em><strong> Computer Name</strong> </em>dan<em><strong> Change</strong> </em>dan atur workgroup. Pastikan semua komputer memiliki workgroup yang sama. Pada Computer Name masukkan nama sesuai fungsinya (OPERATOR atau CLIENT).<em></em></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Cara Sharing Printer pada Windows XP" alt="" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2013/04/sharing-printer-11.jpg" width="495" height="333" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Pengaturan pada Komputer Master (OPERATOR)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Buka kembali <strong><em>Control Panel &#8211;&gt; Printer and Faxes</em></strong>  maka akan tampil printer yang sudah siap dan terhubung dengan komputer. <strong>Klik kanan printer yang Anda ingin share<em> &#8211;&gt; Sharing</em></strong>. Cara sharing printer pada windows xp selanjutnya adalah, buka Tab Sharing Properties seperti di bawah ini.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Cara Sharing Printer pada Windows XP" alt="" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2013/04/sharing-printer-2.jpg" width="495" height="361" /></p>
<p style="text-align: justify;">Silahkan pilih <strong><em>Share this printer</em></strong><em> </em>dan beri nama (bebas) atau biarkan dengan nama yang sudah ada kemudian klik OK. Jika ada permintaan CD Windows, atau konfirmasi dari printer sharing, pilih <em>“Just Enable File and Printer Sharing”</em> dan Klik OK.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Pengaturan pada Komputer CLIENT</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Langkah selanjutnya pada cara sharing printer di windows xp adalah, buka <em><strong>Control Panel &#8211;&gt; Printer and Faxes &#8211;&gt;</strong> </em>pilih <em><strong>Add Printer.</strong> </em>Pada jendela <strong><em>Add Printer Wizard</em></strong> klik <em><strong>Next.</strong> </em>Kemudian pada jendela <em><strong>Local or Network  Printer</strong></em>  pilih <strong><em>A network printer, or a printer altachead to another computer</em> </strong>lalu klik <strong><em>Next.</em></strong><em> </em>Selanjutnya akan muncul jendela Add Printer Wizard seperti di bawah :</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Cara Sharing Printer pada Windows XP" alt="" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2013/04/sharing-printer-3.jpg" width="400" height="308" /></p>
<p style="text-align: justify;">Apabila Anda pilih <em><strong>Browse for printer</strong></em> lalu klik <strong><em>Next,</em></strong> maka komputer akan otomatis mencari printer yang sudah kita share. Kalau cara pertama gagal, bisa pilih cara kedua yaitu pilih <em><strong>Connect to this printer</strong> </em>dengan mengetikkah nama komputer master dan nama printer yang dishare dengan format &#8220;\\server\printer&#8221; atau jika menggunakan contoh di atas maka diisi : &#8220;\\OPERATOR\EPSONc90&#8243; seperti pada gambar di atas.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahap akhir pada cara sharing printer di windows xp di atas, akan muncul konfirmasi apakah Printer yang di Share akan dijadikan Deafult Printer, sebaiknya pilih Yes supaya setiap CLIENT yang melakukan print akan otomatis menggunakan printer yang ada di komputer Master atau OPERATOR.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oprekzone.com/cara-sharing-printer-pada-windows-xp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaat dan Tujuan Membuat Blog</title>
		<link>http://oprekzone.com/manfaat-dan-tujuan-membuat-blog/</link>
		<comments>http://oprekzone.com/manfaat-dan-tujuan-membuat-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Apr 2013 14:51:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oprekzone</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat blog]]></category>
		<category><![CDATA[Tujuan Membuat Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oprekzone.com/?p=5001</guid>
		<description><![CDATA[Tujuan dan Manfaat Membuat Blog. Kalimat ini kadang sering terlontar dan menjadi sebuah pertanyaan. Hal ini tidak terlepas dari semakin terjangkaunya teknologi internet dan perangkat keras pendukung sehingga banyak muncul blog-blog baru. Ya, Web Blog atau yang sering disebut Blog saat ini semakin tumbuh subur sebanding dengan semakin mudahnya membuat blog itu sendiri. Di sisi [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tujuan dan Manfaat Membuat Blog. Kalimat ini kadang sering terlontar dan menjadi sebuah pertanyaan. Hal ini tidak terlepas dari semakin terjangkaunya teknologi internet dan perangkat keras pendukung sehingga banyak muncul blog-blog baru. Ya, Web Blog atau yang sering disebut Blog saat ini semakin tumbuh subur sebanding dengan semakin mudahnya membuat blog itu sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-5001"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Di sisi lain, tumbuh suburnya blog-blog baru ternyata tidak diimbangi dengan pengelolaan blog yang baik sehingga banyak blog yang terbengkalai setelah beberapa saat dibuat. Eksistensi sebuah blog menurut saya tidak terlepas dari tujuan awal seseorang dalam membuat blog. Menurut saya pribadi, ada beberapa tujuan awal seseorang dalam membuat blog, yaitu :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Sebagai Catatan Pribadi.</strong> Inilah menurut saya tujuan dasar dari membuat sebuah blog. Biasanya sebuah blog berisi catatan atau artikel yang dimiliki atau diminati oleh pemilik blog. Sebuah blog ibarat sebuah buku harian atau perpustakaan-besar pribadi yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja selama terjangkau internet. Blog seperti ini biasanya akan selalu update dan terkelola dengan baik meskipun sepi pengunjung dan SERP yang kurang mendukung karena pemilik blog biasanya hanya fokus pada manfaat blog untuk dirinya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Sebagai Media Promosi Diri.</strong> Blog seperti ini biasanya dibuat atau dimiliki oleh seseorang yang memiliki kemampuan atau keahlian khusus atau profesional dibidang tertentu dan berkeinginan diketahui oleh banyak orang. Pada blog semacam ini biasanya terdapat biodata lengkap berupa foto beserta dokumen atau referensi yang mendukung profesionalisme pemilik blog tersebut. Cukup banyak orang yang berhasil dan memperoleh keuntungan dari membuat blog dengan tujuan awal seperti ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Sebagai Tempat Ekspresi.</strong> Banyak cara orang untuk ber ekspresi salah satunya adalah melalui halaman-halaman blog. Membuat blog dengan tujuan seperti ini biasanya akan banyak diisi hal-hal kreatif dan positif dari pemilik blog. Apabila dikelola dengan baik maka blog semacam ini akan semakin exist, punya banyak manfaat bagi komunitas tersendiri dan secara otomatis akan meningkat dari segi SERP.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Blog sebagai Tempat Berbagi.</strong> Karena blog dapat diakses dimana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja maka sangat mungkin digunakan untuk berbagi informasi. Pemilik blog berharap apa yang ditulis pada blog nya, baik itu pengalaman pribadi atau yang lain, ebook atau apa saja dapat dibaca dan ber manfaat bagi orang lain sesuai tujuan awalnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. Sebagai Tempat Belajar Menulis.</strong> Blog yang dibuat dengan tujuan seperti ini biasanya akan tersendat-sendat pada awalnya. Namun seiring dengan waktu dan komitmen tinggi dari pemilik blog maka blog akan semakin berkembang. Fokus pada tema tertentu merupakan ciri khas dari blog ini dan karakter penulis akan semakin terlihat dari tulisan-tulisannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>6. Sebagai Sumber Penghasilan.</strong> Untuk tujuan dan manfaat membuat blog yang satu ini biasanya dirancang untuk mempromosikan produk dan sekaligus menjualnya secara online. Selain itu tujuan membuat blog seperti yang saya telah sebutkan sebelumnya juga dapat di manfaat kan sebagai sumber penghasilan melalui iklan atau adsense. Cara seperti ini efektif jika pengunjung blog cukup banyak setiap harinya sehingga optimasi blog harus selalu dilakukan. Banyak blog yang bisa menghasilkan puluhan bahkan ratusan dollar perharinya hanya dari adsense atau iklan. Di sisi lain, sangat banyak juga blog yang tujuan awalnya sebagai sumber penghasilan, meskipun telah dikelola cukup lama tetapi tidak bisa menghasilkan sepeser dollar pun.</p>
<p style="text-align: justify;">Manfaat dan tujuan membuat blog di atas hanyalah menurut saya pribadi yang mungkin beberapa ada yang sama dengan yang Anda pikirkan. Kalau begitu tujuan yang mana yang sebaiknya dipilih untuk mengawali membuat sebuah blog? Semua terserah kepada Anda. Kalau saya lebih memilih sebagai catatan pribadi yang ber manfaat bagi saya sendiri dan kalau bisa juga bagi orang lain yaitu pengunjung blog, itu saja&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oprekzone.com/manfaat-dan-tujuan-membuat-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.461 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2013-05-25 02:48:48 -->
