Archive for the ‘ Elektronika ’ Category

Blok Diagram Catu Daya Power Supply

Blok Diagram Power Supply Catu Daya. Sejak pertama kali peralatan elektronik dibuat, semuanya sudah menggunakan sumber daya listrik untuk membuatnya dapat bekerja sesuai fungsinya. Berbeda dengan peralatan listrik, istilah catu-daya biasanya cenderung mengarah ke sumber daya listrik dc yang digunakan untuk peralatan elektronik seperti televisi, audio amplifier, transceiver, komputer, dan sebagainya. Efisiensi dan unjuk kerja sebuah catu-daya biasanya seiring dengan tingkat kemajuan teknologi pembuatannya saat itu. Sesuai perkembangan teknologinya, pembuatan catu daya atau power supply dapat digolongkan menjadi dua generasi yaitu Catu daya Konvensional dan Catu-daya Modern (Switching). Berikut ini Blok Diagram Catu Daya – Power Supply mulai yang menggunakan Konvensional dan Modern.

Read the rest of this entry »

Osilator Kristal

Osilator Kristal. Semua peralatan komunikasi modern menggunakan osilator kristal kuarsa karena osilator ini tidak akan bergeser lebih dari beberapa hertz dari frekuensi dasarnya. suatu oscillator frekuensi-variabel atau osilator “terangsang-sendiri” (self-exited) dapat bergeser cukup besar. Suatu kristal kuarsa dapat berupa seperti pecahan kaca jendela tipis yang berukuran 1/4 sampai 1-inchi persegi. Untuk menggunakannya sebagai suatu oscillator, maka crystal kuarsa harus dipotong dalam irisan yang tipis dan digosok halus.

Read the rest of this entry »

Master Oscillator Power Amplifier (MOPA). Untuk membangkitkan tegangan ac RF daya-tinggi dengan kestabilan frekuensi yang baik perlu menggunakan sistem yang terdiri dari dua tingkat atau lebih. Tingkat osilator menentukan frekuensi operasi, dan tingkat penguat RF membangkitkan keluaran daya tinggi. Untuk mendapatkan daya keluaran maksimum dan efisiensi terbaik digunakan penguat yang bekerja pada kelas C. Pemancar dua tingkat demikian ini dikenal sebagai Penguat Daya Osilator Induk (Master Oscillator Power Amplifier) atau disingkat MOPA.

Read the rest of this entry »

Cara Kerja Loudspeaker

Cara Kerja Loudspeaker. Pada radio kuno, loudspeaker (corong-suara) menyerupai earphone magnet impedansi-tinggi tetapi lebih besar dan mempunyai kawat yang lebih berat di dalamnya untuk menangani arus anoda yang besar. Sebuah corong, atau diafragma yang luas, digunakan agar diperoleh massa udara yang lebih besar untuk bergetar sehingga menghasilkan suara yang lebih keras. Kebanyakan jenis loudspeaker modern cara kerjanya berdasarkan prinsip medan magnit-permanen. Ini dinamakan speaker p-m, atau dinamik.

Read the rest of this entry »