<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>oprek zone &#187; Elektronika</title>
	<atom:link href="http://oprekzone.com/category/elektronika/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://oprekzone.com</link>
	<description>An Inspiration  from Someone Who Live in a Small Town</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 22:27:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Cara Membuat Dummy Load RF 50 Ohm</title>
		<link>http://oprekzone.com/cara-membuat-dummy-load-rf-50-ohm/</link>
		<comments>http://oprekzone.com/cara-membuat-dummy-load-rf-50-ohm/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 14:57:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oprekzone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika]]></category>
		<category><![CDATA[beban tiruan]]></category>
		<category><![CDATA[membuat dummy load]]></category>
		<category><![CDATA[pemancar rf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oprekzone.com/?p=1622</guid>
		<description><![CDATA[Membuat Dummy Load RF. Pada Eksperimenter Radio Frequency Power tidak bisa lepas dari perlengkapan tersebut. Kalau diistilahkan bisa berarti Beban Tiruan. Alat ini hampir pasti dibutuhkan dan merupakan hal vital bagi yang berkecimpung di dunia RF Power untuk menguji perangkat Transmitter RF Power sebelum dipasang beban yang sesungguhnya yaitu Antena. Karena sifat Sinyal RF yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Membuat Dummy Load RF. Pada Eksperimenter Radio Frequency Power tidak bisa lepas dari perlengkapan tersebut. Kalau diistilahkan bisa berarti Beban Tiruan. Alat ini hampir pasti dibutuhkan dan merupakan hal vital bagi yang berkecimpung di dunia RF Power untuk menguji perangkat <a href="http://oprekzone.com/membuat-pll-pemancar-fm-stereo-boster-25-watt/" target="_blank">Transmitter RF Power</a> sebelum dipasang beban yang sesungguhnya yaitu Antena. Karena sifat Sinyal RF yang sangat sensitif apalagi bila bekerja pada VHF ke atas, maka karakteristik Rangkaian Dummy Load yang ideal harus benar-benar dipenuhi. Berikut karakteristik yang harus dipenuhi oleh sebuah Dummy Load RF :</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1622"></span></p>
<ul>
<li>Impedansi (Z) harus sama dengan Impedansi Output Transmitter (umumnya 50-ohm)</li>
<li>Desipasi Daya  lebih besar dari Daya Output Transmitter (nominal 2 kali)</li>
<li>Bersifat Resistive Murni Z = R (bukan Reactive Z = R + jX atau Z = R &#8211; jX)</li>
<li>Tidak meradiasikan Energi RF melainkan Mendesipasikannya menjadi panas</li>
<li>Bandwidth  lebar mulai taraf DC hingga beberapa ratus MHz (VHF &#8211; UHF)</li>
<li>Toleransi perubahan nilai Impedansi akibat perubahan suhu harus sekecil mungkin</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Dummy Load pabrikan dengan berbagai merk banyak dijual dipasaran, <img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Devi/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.png" alt="" />namun harganya relatif sangat mahal sehingga sebagian besar Amatir lebih memilih untuk membuat sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk membuat Dummy Load dan dapat memenuhi persyaratan diatas, dapat digunakan Resistor Karbon sebagai bahan pembuatannya. Berbeda dengan Resistor dari bahan Nikelin, resistor karbon tidak bersifat Reaktif (Induktif maupun Kapasitif). Resistor Nikelin terbuat dari Kawat atau Plat Nikelin yang dililit pada bahan keramik atau dibungkus keramik/bahan gips dan dengan demikian akan bersifat Induktif (+jX) atau Kapasitif (-jX). Hal tersebut akan berpengaruh pada Nilai Akhir (Z = R +/- jX) sehingga Karakteristik sebuah Dummy Load RF tidak lagi terpenuhi karena Nilai Impedansi akan sangat terpengaruh oleh tinggi rendahnya frekuensi.  Untuk itulah digunakan Resistor Karbon. Di pasaran cukup banyak tersedia Resistors Carbon namun dengan nilai dan daya yang sangat terbatas. Yang paling banyak adalah 2-Watt.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal pertama dalam membuat dummy load adalah menentukan Daya Maksimal dan Impedansi. Sebagai contoh apabila menginginkan Dummy Load 50-Ohm/40-Watt dengan bahan Resistor Karbon 1000-Ohm/2-Watt maka diperlukan Resistor sebanyak :</p>
<p style="text-align: justify;">1000/50 = 20 buah resistor</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya persiapkan :</p>
<ul>
<li>2 PCB berbentuk lingkaran dengan diameter sekitar 4-cm</li>
<li>Connector 50-Ohm</li>
<li>10-cm RG-8</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Kemudian Rangkailah Resistor tersebut secara paralel pada PCB tadi sehingga menjadi seperti gambar di bawah ini :</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><img class="alignnone" title="Dummy Load 50 Ohm" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2010/07/dummyload_50.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan begitu kita sudah memperoleh Dummy Load 50-Ohm dengan Daya Maksimal 40-Watt.</p>
<p style="text-align: justify;">Atau dengan cara seperti di bawah ini :</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><img class="alignnone" title="dummyload_2" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2010/07/dummyload_2.jpg" alt="" width="395" height="275" /></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><img class="alignnone" title="dummyload_1" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2010/07/dummyload_1.jpg" alt="" width="395" height="437" /></p>
<p style="text-align: justify;">Kaki Resistor harus sependek mungkin (maksimal 10-mm) untuk memaksimalkan desipasi RF  Dummy Load. Pada contoh kedua kita bisa dapatkan Dummy Load 50-Ohm/12Watt.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oprekzone.com/cara-membuat-dummy-load-rf-50-ohm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PLL &#8211; Phase Locked Loop, Teori dan Aplikasi</title>
		<link>http://oprekzone.com/pll-phase-locked-loop-teori-dan-aplikasi/</link>
		<comments>http://oprekzone.com/pll-phase-locked-loop-teori-dan-aplikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 May 2010 14:25:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oprekzone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi pll]]></category>
		<category><![CDATA[cara kerja pll]]></category>
		<category><![CDATA[teori pll]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oprekzone.com/?p=1385</guid>
		<description><![CDATA[PLL (Phase Locked Loop). Suatu sistem yang memungkinkan suatu sinyal tertentu mengendalikan frekuensi sebuah osilator dalam sebuah Lingkar yang terkunci. Frekuensi osilator dapat sama besar atau kelipatannya dari frekuensi sinyal tersebut (selanjutnya disebut frekuensi-referensi). Kalau frekuensi sinyal berasal dari sebuah osilator kristal maka frekuensi yang lainnya dapat dijabarkan mempunyai stabilitas yang sama dengan frekuensi kristal. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>PLL (Phase Locked Loop)</strong>. Suatu sistem yang memungkinkan suatu sinyal tertentu mengendalikan frekuensi sebuah osilator dalam sebuah Lingkar yang terkunci. Frekuensi osilator dapat sama besar atau kelipatannya dari frekuensi sinyal tersebut (selanjutnya disebut frekuensi-referensi). Kalau frekuensi sinyal berasal dari sebuah osilator kristal maka frekuensi yang lainnya dapat dijabarkan mempunyai stabilitas yang sama dengan frekuensi kristal. Inilah yang dijadikan dasar dari pesintesis frekuensi atau <em>Frequency Synthesizer.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1385"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kalau frekuensi-referensi mempunyai nilai yang berubah-ubah maka frekuensi &#8220;osilator lingkar&#8221; akan mengikuti perubahan tersebut. Prinsip ini digunakan dalam demodulator FM <em>(Frequency Modulation), </em>FSK<em> (Frequency Shift Keying) dan Tracking Filter.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Prinsip diatas lebih dikenal dengan istilah PLL <em>(Phase Locked Loop)</em> dan telah diketahui sejak tahun 1923 tetapi sedikit sekali digunakan sampai akhir 1960. Bagian-bagian dari PLL terdiri dari :</p>
<ul>
<li style="text-align: justify;"><em>Fixed Osilator</em> sebagai frekuensi-referensi yang biasanya dibangun menggunakan kristal kuarsa untuk menjamin kestabilannya</li>
<li style="text-align: justify;">VCO<em> (Voltage Control Oscillator) </em>merupakan osilator yang frekuensi keluarannya terkendali tegangan</li>
<li style="text-align: justify;">LPF (<em>Low Pass Filter</em>). Pada dasarnya bagian ini mengubah ayunan tegangan yang begitu cepat dari <em>Phase </em><em>Detektor </em> menjadi tegangan dc terkendali fasa</li>
<li style="text-align: justify;"><em>LPF-Amplifier</em>. Bagian ini memperkuat keluaran LPF yang masih sangat lemah sampai ke taraf beberapa volt dc hingga mampu mengendalikan VCO</li>
<li style="text-align: justify;"><em>n-Devider</em> atau &#8220;pembagi n kali&#8221;. Bagian ini yang membagi frekuensi  keluaran yang dikehendaki dari VCO supaya sama dengan frekuensi-referensi</li>
<li style="text-align: justify;"><em>Phase Detector</em>. Bagian ini bekerja dengan membandingkan nilai frekuensi referensi dengan frekuensi dari <em>n-Devider</em>. Keluaran akan 0 volt jika terjadi kedua frekuensi sama dan bernilai taraf dc tertentu jika kedua frekuensi tersebut tidak sama</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Berikut contoh Blok Diagram Aplikatif sebuah PLL Klasik yang bekerja pada FM-II 100-MHz :</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2010/06/pll.jpg" alt="" width="485" height="307" /></p>
<p style="text-align: justify;">Bila dilihat dari fungsi masing-masing bagian diatas dapat digambarkan bahwa frekuensi yang berada dalam &#8220;lingkar&#8221; tersebut sangatlah stabil menyamai kestabilan frekuensi referensi dari osilator kristal. Yang paling menentukan dari kualitas sebuah PLL adalah <em>Respone Time</em> dari LPF dan <em>Devider</em> dan lebar bidang kerja dari VCO pada taraf tegangan yang mengendalikannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Perancangan dari nilai komponen pembangun LPF sangat menentukan terhadap keluaran PLL (VCO) secara langsung. Ketidak tepatan akan menyebabkan<em> Locking Time</em> berlangsung cukup lama dan ini merupakan indikasi unjuk kerja PLL yang kurang baik. Disamping juga bisa menyebabkan terjadinya <em>side-tone</em> yang cukup mengganggu karena akan ikut terbawa bersama gelombang pemodulasi pada penerapan FM.</p>
<p style="text-align: justify;">Devider biasanya diawali dengan sebuah <em>pre-scaller </em>karena  kebanyakan <em>n-devider</em> tidak mampu bekerja pada pita FM-II. Dengan demikian akan ada beberapa tahap<em> devider</em> sebelum sampai pada <em>Phase Detector</em> dan ini dapat diatasi dengan pemakaian IC TTL karena kecepatan kerjanya tidak diragukan lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada jenis PLL tertentu penentuan frekuensi keluaran yang dikehendaki digunakan dua cara yaitu melalui <em>n-devider</em> dan perubahan pada frekuensi referensi. Perubahan pada frekuensi referensi tidak bisa sebebas <em>n-devider</em> mengingat <em> Q-factory </em>yang sangat tinggi dari kristal kuarsa yang hanya memungkinkan pergeseran selebar 2% dari frekuensi fundamental-nya. Cara ini biasa dan umum diterapkan pada <em>AM-SSB Transceiver</em> dengan memasang <em>Variable Capasitor</em> secara serial dengan kristal untuk melakukan <em>Fine-Tuning</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemakaian kristal kuarsa sebagai osilator sudah sejak lama dipakai mengingat <em>Q-factory</em> yang mencapai lebih dari 3000 dan kestabilannya yang mengagumkan. Sebagai gambaran apabila digunakan jam/arloji yang sumber detaknya terbuat dari kristal kuarsa maka untuk terlambat atau lebih cepat 1 detik dibutuhkan waktu 300 tahun !!!</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8211; ***** &#8212;&#8211;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oprekzone.com/pll-phase-locked-loop-teori-dan-aplikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AT89C51/52/55 Programmer Circuit</title>
		<link>http://oprekzone.com/at89c515255-programmer-circuit/</link>
		<comments>http://oprekzone.com/at89c515255-programmer-circuit/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 06:53:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oprekzone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika]]></category>
		<category><![CDATA[circuit programmer]]></category>
		<category><![CDATA[mcs-51 family]]></category>
		<category><![CDATA[microcontroller system]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oprekzone.com/?p=1151</guid>
		<description><![CDATA[AT89c51/52/55 Programmer Circuit. Be in fact network AT89c51/52/55 Programmer this I make around last 8 years ago. That moment I again strong in ideas with microcontroller specially family MCS-51 from Atmel. Because at moment I am difficulty look for PCB fiber&#8230; thus I perforced to make it use PCB ebonite single-layer. This network is the [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>AT89c51/52/55 Programmer Circuit. </strong>Be in fact network AT89c51/52/55 Programmer this I make around last 8 years ago. That moment I again strong in ideas with microcontroller specially family MCS-51 from Atmel. Because at moment I am difficulty look for PCB fiber&#8230; thus I perforced to make it use PCB ebonite single-layer. This network is the result of masterpiece from <strong>W. Sirichote</strong> and <strong>Puiu</strong>. This circuit  consist of two microcontroller AT89c51. AT89C51 IC&#8217;s first function as depositor of mains program (programmer IC) then IC AT89C51/52/55 both is IC microcontroller to program.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1151"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya rangkaian AT89c51/52/55 Programmer ini sudah saya buat sekitar 8 tahun yang lalu. Saat itu saya memang lagi getol-getolnya bereksperimen dengan Mikrokontroller khususnya keluarga MCS-51 dari Atmel. Karena saat itu saya kesulitan mendapatkan PCB fiber dua sisi maka terpaksa saya gunakan PCB ebonit satu sisi. Rangkaian AT89c51 Programmer ini terdiri dari dua buah komponen utama yaitu IC AT89c51 yang berisi master program <strong>ez52.hex</strong> dan IC AT89c51/52/55 yang lain sebagai IC yang akan diprogram.</p>
<p style="text-align: justify;">To run this AT89c51 Programmer Circuit need Software EZ_Uploader_v3.0. Following a success network circuit and scheme I make that moment&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Easy_Downloader AT89c51 of  Kit :</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="kit_downloader" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2010/06/easyv21_kit.jpg" alt="" width="495" height="371" /></p>
<p style="text-align: justify;">The AT89c51/52/55 Programmer Circuit also program applicable to at89c52 and at89c55 and use COM1/COM2 as Port communications with CPU. IC microcontroller master before all have to be filled with master program <strong>ez52.hex</strong> then circuit is ready run use the program EZ_Uploader_v3.0&#8230;</p>
<p><strong>You have download for this project completely from this link :</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/8326884/schematic.rar.html">Easy_Downloader_V3.0 Schematic Diagram</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/8328955/ez52.rar.html">ez52.hex  for Master Program</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/8328954/ez31.rar.html">EZ_Uploader_V3.0  Software</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/8326969/layout.rar.html">Layout PCB for Easy_Downloader Circuit</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/8136830/pcbdesignerv1.5.4.rar.html">PCB Designer Free Software for Your PCB Design</a></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ez Uploader V3.0 :</strong></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 60px;"><img class="alignnone" title="ez3" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2010/06/ez3.gif" alt="" width="368" height="309" /></p>
<p>Demikian mudah-mudahan artikel ini bermanfaat&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oprekzone.com/at89c515255-programmer-circuit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Membuat PCB Praktis</title>
		<link>http://oprekzone.com/cara-membuat-pcb-praktis/</link>
		<comments>http://oprekzone.com/cara-membuat-pcb-praktis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 08:29:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oprekzone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika]]></category>
		<category><![CDATA[design pcb]]></category>
		<category><![CDATA[menggambar pcb]]></category>
		<category><![CDATA[pcb designer]]></category>
		<category><![CDATA[pembuatan pcb]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oprekzone.com/?p=1129</guid>
		<description><![CDATA[Cara Membuat PCB Praktis. Beberapa waktu yang lalu ada seorang rekan yang menanyakan tentang bagaimana cara membuat PCB secara praktis. Pertanyaan tersebut mungkin berawal saat  rekan tersebut melihat PCB ukuran sekitar 15-cm x 22-cm untuk 80/40-m SSB Transceiver&#8230; suatu rangkaian yang cukup kompleks yang saya buat saat itu&#8230; Dari pertanyaan tersebut sehingga saya tulislah artikel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Cara Membuat PCB Praktis</strong>. Beberapa waktu yang lalu ada seorang rekan yang menanyakan tentang bagaimana cara membuat PCB secara praktis. Pertanyaan tersebut mungkin berawal saat  rekan tersebut melihat PCB ukuran sekitar 15-cm x 22-cm untuk 80/40-m SSB Transceiver&#8230; suatu rangkaian yang cukup kompleks yang saya buat saat itu&#8230; Dari pertanyaan tersebut sehingga saya tulislah artikel ini. Mudah-mudahan bisa bermanfaat juga bagi yang lain khususnya pengunjung blog ini&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1129"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut sepengetahuan saya ada beberapa cara membuat PCB yaitu :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li style="text-align: justify;"><strong>Teknik Fotoresist</strong>, pada proses ini dibutuhkan beberapa alat dan bahan  yaitu : Lampu UV, Larutan Positif-20 dan larutan NaOH&#8230;</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Teknik Sablon</strong>, pada proses ini dibutuhkan bahan-bahan yang sama seperti pada teknik sablon biasa seperti kasa-screen, tiner sablon, cat dan lain-lain&#8230; tekniknyapun hampir sama dengan sablon biasa&#8230;</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Cetak Langsung ke PCB</strong>, pada proses ini digunakan teknik khusus untuk menyalin layout ke PCB yaitu digunakan mesin printer khusus yang telah dimodifikasi&#8230;</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Teknik Transfer Paper</strong>, teknik ini merupakan Cara Praktis Membuat PCB yang menurut saya paling murah dan mudah&#8230;</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dari ke-empat Cara Praktis Membuat PCB tersebut kita bisa memilih sesuai kebutuhan, mana yang lebih praktis dan ekonomis&#8230; Menurut saya pribadi, untuk membuat PCB yang sama dalam jumlah banyak lebih menguntungkan kalau digunakan Teknik Sablon karena murah dan cepat&#8230; Sedangkan untuk membuat PCB dalam jumlah sedikit&#8230; saya cenderung menggunakan Teknik Transfer Paper seperti yang biasa saya terapkan&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Namun mungkin ada perbedaan secara mendasar yang saya gunakan dalam Teknik tersebut. Dalam teknik tersebut biasanya digunakan kertas khusus untuk menyalin gambar layout ke PCB&#8230; tetapi di sini saya menggunakan kertas HVS yang digunakan untuk Photo-Copy&#8230; berikut caranya :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li style="text-align: justify;">Siapkan gambar jalur PCB yang Anda rencanakan&#8230; Utk membuatnya bisa gunakan Software PCB Designer yang bisa Anda <a href="http://www.ziddu.com/download/8136830/pcbdesignerv1.5.4.rar.html"><strong>Download Di Sini</strong></a></li>
<li style="text-align: justify;">Cetak layout PCB pada kertas Foto&#8230; cetak dengan printer tinta biasa&#8230; tujuan digunakannya kertas foto supaya<em><strong> </strong></em><strong>fill</strong><em><strong> </strong></em>dari jalur lebih padat&#8230; selain itu dengan mencetaknya pada kertas foto gambar bisa lebih awet&#8230;</li>
<li style="text-align: justify;">Foto-Copy hasil cetakan tadi pada kertas HVS 70-gram&#8230; Usahakan hasil Foto-Copy bagus (tintanya padat)&#8230; di-tempat saya yang seperti itu per-lembarnya Rp.125,- dengan mesin Xerox&#8230;</li>
<li style="text-align: justify;">Siapkan PCB polos&#8230; bersihkan lapisan tembaga dengan Tiner A sambil digosok-gosok dengan Busa Karpet yang biasa digunakan buat cuci piring&#8230; lalu keringkan&#8230;</li>
<li style="text-align: justify;">Siapkan seterika listrik&#8230; atur pada suhu sedang&#8230;</li>
<li style="text-align: justify;">Kemudian tempelkan gambar jalur hasil Foto-Copy pada PCB dengan posisi gambar menempel pada lapisan tembaga&#8230;</li>
<li style="text-align: justify;">Lakukan proses seterika dengan merata sambil menekan&#8230; lakukan kira-kira sekitar 10 menit&#8230;</li>
<li style="text-align: justify;">Diamkan PCB sampai dingin&#8230; setelah dingin rendam dalam air kira-kira 30 menit&#8230; proses ini paling lama dalam membuat PCB karena kita harus memastikan bahwa kertas benar-benar hancur dan mudah dikupas&#8230;</li>
<li style="text-align: justify;">Kupas kertas dengan hati-hati&#8230; dan keringkan PCB&#8230;</li>
<li style="text-align: justify;">PCB siap dilarutkan&#8230;.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hasil Foto Copy :</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="copy" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2010/06/fotocopy.jpg" alt="" width="495" height="371" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Setelah diseterika, direndam dan dikupas (siap dilarutkan) :</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignnone" title="dikupas" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2010/06/dikupas.jpg" alt="" width="495" height="388" /><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Setelah Pelarutan :</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignnone" title="dilarut" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2010/06/e_dilarut1.jpg" alt="" width="495" height="371" /><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>PCB PLL 100-MHz, Contoh Lain Hasil PCB :</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="f_pll" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2010/06/f_pll_100.jpg" alt="" width="495" height="371" /></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah dilarutkan dengan FeCL3 segera bersihkan lapisan tinta dengan Tiner A&#8230; dan cuci dengan air serta gosok dengan sabun&#8230; Selanjutnya untuk melindungi jalur  tembaga supaya tidak korosi dapat digunakan lapisan Arpus&#8230; cara pembuatannya adalah&#8230; ambil 1 sendok makan Serbuk Arpus kemudian larutkan dengan 150-ml Tiner A. Aduk hingga Arpus benar-benar larut&#8230; kemudian oleskan larutan tersebut pada lapisan tembaga PCB dan biarkan hingga betul-betul kering&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Begitulah Cara Praktis Membuat PCB yang sering saya terapkan untuk berbagai jenis rangkaian elektronik baik itu analog maupun digital mulai frekuensi rendah sampai frekuensi tinggi&#8230;  HF/VHF&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian mudah-mudahan bermanfaat&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oprekzone.com/cara-membuat-pcb-praktis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Booster Pemancar FM 144-MHz 10 Watt</title>
		<link>http://oprekzone.com/booster-pemancar-fm-144-mhz-10-watt/</link>
		<comments>http://oprekzone.com/booster-pemancar-fm-144-mhz-10-watt/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 02:19:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oprekzone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika]]></category>
		<category><![CDATA[booster FM]]></category>
		<category><![CDATA[booster ht]]></category>
		<category><![CDATA[penguat rf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oprekzone.com/?p=1110</guid>
		<description><![CDATA[Booster Pemancar FM  144-MHz 10 Watt. Mungkin artikel ini tidak terlalu istimewa&#8230; namun saya berharap mudah-mudahan dapat dijadikan referensi bagi Anda&#8230; khususnya Hobys Radio Frequency&#8230; Beberapa waktu yang lalu saya dapat pesanan membuat 2 buah (satu set) Booster Pemancar FM untuk Transceiver 2 Meter Band. Hal tersebut berawal dari masalah komunikasi 2 lokasi yang berjarak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Booster Pemancar FM  144-MHz 10 Watt.</strong> Mungkin artikel ini tidak terlalu istimewa&#8230; namun saya berharap mudah-mudahan dapat dijadikan referensi bagi Anda&#8230; khususnya Hobys Radio Frequency&#8230; Beberapa waktu yang lalu saya dapat pesanan membuat 2 buah (satu set) Booster Pemancar FM untuk Transceiver 2 Meter Band. Hal tersebut berawal dari masalah komunikasi 2 lokasi yang berjarak sekitar 6-km dengan daya output transceiver yang hanya sekitar 1,5-watt dan lokasi yang serba sulit. Maklum posisi di pusat kota menyebabkan komunikasi dengan gelombang berpropagasi <em>line of sight</em> ternyata banyak menemui kendala karena halangan berupa gedung-gedung tinggi&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1110"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan beberapa pertimbangan&#8230;. akhirnya saya diminta membuatkan booster untuk transceiver tersebut. Dari survei yang saya lakukan rasanya dengan booster Pemancar FM 144-MHz daya 10-watt sudah mencukupi. Berikut ini spesifikasi dari Booster Pemancar FM 144-MHz 10-Watt yang saya buat saat itu :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>9-cm x 10-cm Single Layer &#8211; Ebonit PCB</li>
<li>Class-C   Circuit Operated</li>
<li>Auto-ON Circuit with 1-Watt minimal signal input</li>
<li>+12-VDC &#8211; 2-Amp Power Supply</li>
<li>10-Watt Flat Power Output in 140,0 &#8211; 149,0 MHz Frequency Range</li>
<li>2SC1971 Bipolar Transsistor Power RF</li>
<li>Input &#8211; Output Lay Out Induktor in PCB</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Berikut ini Dokumentasi dari Booster Pemancar FM 144-MHz 10-Watt yang saya buat saat itu :</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="bosster_1" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2010/06/bosster_1.jpg" alt="" width="480" height="320" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="bosster_2" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2010/06/bosster_2.jpg" alt="" width="480" height="320" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="bosster_3" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2010/06/bosster_3.jpg" alt="" width="480" height="320" /></p>
<p style="text-align: justify;">Kendala yang muncul saat proses pembuatan adalah sulitnya mendapatkan Transistor Penguat Daya RF-VHF 2SC1971&#8230; perlu waktu beberapa  lama untuk mendapatkannya&#8230; dan itupun dengan harga yang fantastis&#8230; hampir menyentuh Rp.150.000,-&#8230; belum lagi ongkos <strong>wara-wiri</strong>-nya&#8230; he..he..he&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun meski harus mengalami kesulitan mendapatkan Transistor Penguat Daya RF-VHF 2SC1971 akhirnya jadi juga 2 buah booster tersebut. Dari hasil pengujian didapatkan daya output maksimal 10-watt pada frekuensi  144,00-MHz   s/d  149,99-MHz dengan SWR 1 : 1 beban Dummy Load&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Saat dilakukan uji lapangan diperoleh hasil yang cukup memuaskan sebagai berikut :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>penerimaan signal 60 dB pada SQL tertutup 100%&#8230;</li>
<li>diperoleh daya output maksimal 10-watt pada SWR 1 : 1 beban antena Telext dan Ringgo&#8230;</li>
<li>suhu pendingin normal&#8230;</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Mudah-mudahan saja Booster Pemancar FM 144-MHz 10-Watt tersebut dapat dioperasikan dengan baik dan tahan lama&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian mudah-mudahan artikel ini bermanfaat&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oprekzone.com/booster-pemancar-fm-144-mhz-10-watt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat PLL Pemancar FM Stereo + Booster FM 25 Watt</title>
		<link>http://oprekzone.com/membuat-pll-pemancar-fm-stereo-boster-25-watt/</link>
		<comments>http://oprekzone.com/membuat-pll-pemancar-fm-stereo-boster-25-watt/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 16:07:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oprekzone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika]]></category>
		<category><![CDATA[booster FM]]></category>
		<category><![CDATA[FM Stereo]]></category>
		<category><![CDATA[pemancar FM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oprekzone.com/?p=1050</guid>
		<description><![CDATA[Membuat PLL Pemancar FM Stereo + Booster FM 25 Watt. Sebenarnya ini kegiatan lama yang berlangsung kira-kira 9  tahun yang lalu&#8230;. sekitar tahun 1999/2000, namun tidak ada salahnya kalau hal itu saya posting sekedar untuk berbagi/sharing sesama Hobies Elektronika Frekuensi tinggi&#8230;. Siapa tahu bisa dijadikan referensi dan bermanfaat juga bagi yang lain&#8230;  Saat itu memang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Membuat PLL Pemancar FM Stereo + Booster FM 25 Watt. </strong> Sebenarnya ini kegiatan lama yang berlangsung kira-kira 9  tahun yang lalu&#8230;. sekitar tahun 1999/2000, namun tidak ada salahnya kalau hal itu saya posting sekedar untuk berbagi/sharing sesama Hobies Elektronika Frekuensi tinggi&#8230;. Siapa tahu bisa dijadikan referensi dan bermanfaat juga bagi yang lain&#8230;  Saat itu memang lagi Ngetrend Broadcasting FM Eksperimenter&#8230; Saat-saat dimana mulai akan bermunculan Stasiun-stasiun Pemancar FM Stereo Broadcast tanpa Ijin (kalaupun ijin paling-paling cuma ijin Lokal).</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1050"></span>Para Hobies Elektronika Radio Frekuensi khususnya VHF saat itu berusaha membuat Pemancar FM baik Mono maupun Stereo dengan segala keterbatasan komponen yang ada saat itu&#8230; Memang saat itu untuk mendapatkan komponen2 tertentu sangatlah sulit dan kalaupun ada harus dibayar dengan biaya cukup mahal baik dari harga komponen maupun cara mendapatkannya&#8230;. Waktu itu di tempat saya untuk mendapatkan komponen tertentu harus rela ke pasar Genteng Baru Surabaya yang berjarak sekitar 200 km dengan waktu tempuh sekitar 10  jam p-p&#8230;. wuihh&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya kegiatan Pembuatan PLL Pemancar FM Stereo + Boster 25 Watt tersebut saat itu tidak lebih sebagai sarana Promosi&#8230;.. Akhirnya dengan segala keterbatasan yang ada, mulai saya merancang Skema MPX, Osilator, PLL, Booster dan sebagainya&#8230;.  Berikut ini Spesifikasi Pemancar FM Stereo  + Boster 25 Watt yang saya buat saat itu :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. MPX Stereo :</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Menggunakan Sistem Sampling untuk membangkitkan 38 kHz &#8211; DSBSC</li>
<li>Digital MOSFET Osilator dengan kristal 456 kHz sebagai resonatornya dan beberapa pembagi MOSFET untuk mendapatkan frekuensi 76 kHz&#8230;</li>
<li style="text-align: justify;">Low Noise op-amp menggunakan 4 buah op-amp yang dibangun menggunakan 2 buah IC MC1458</li>
<li style="text-align: justify;">3 tingkat 15 kHz pasif Low Pass Filter <strong>fixed</strong> 12 kHz frekuensi lancung&#8230;</li>
<li style="text-align: justify;">5 LED Bar Level Input Indikator&#8230;..</li>
<li style="text-align: justify;">Vcc +12 Volt DC</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>- 26 dB</strong> L &#8211; R  Separation&#8230;..</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Osilator + PLL + Buffer :</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>87,5 MHz &#8211; 108,5 MHz Frekuensi Range</li>
<li>Osilator Pemancar FM menggunakan FET dengan 2 buah Varaktor MV2105</li>
<li>FET Buffer 1 nd Osilator</li>
<li style="text-align: justify;">PLL dengan TC9122P (Saat itu IC PLL yang ada memang baru IC tersebut yang bisa saya dapatkan)</li>
<li style="text-align: justify;">Display Frekuensi kerja PLL menggunakan IC TTL dan 4 Seven Segmen</li>
<li style="text-align: justify;">Very Fast Lock PLL&#8230; Hanya perlu waktu kurang dari 0,25 detik PLL untuk Lock saat pemancar dihidupkan&#8230;.</li>
<li style="text-align: justify;">Dilengkapi <strong>Time Delay PLL Lock  Circuit</strong>. Rangkaian ini berfungsi untuk menunda Buffer 1 Watt pada PLL untuk ON saat Pesawat/PLL baru dihidupkan&#8230; sehingga Boster 25 Watt Pemancar juga baru ON (mendapat sinyal input) setelah PLL <strong>Lock</strong>&#8230; selama PLL belum Lock maka Boster Pemancar FM Stereo 25 Watt tetap OFF&#8230;</li>
<li style="text-align: justify;">LED Lock Indikator</li>
<li style="text-align: justify;">4 buah DIP Switch untuk Setting Frekuensi Kerja PLL</li>
<li style="text-align: justify;">Vcc +12 Volt DC</li>
<li style="text-align: justify;">12 MHz Swing Setting Osilator&#8230; hanya perlu 2 Adjustment koker untuk bergeser dari frekuensi 88 MHz &#8211; 108 MHz</li>
<li style="text-align: justify;">1 Watt Power Output&#8230;. menggunakan C2538 dengan Low Pass Filter&#8230;.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Booster Pemancar FM 25 Watt :</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>50 Ohm Output Impedance</li>
<li>Driver dengan C1971 dan Final dengan C1946A&#8230;</li>
<li>87,5 MHz &#8211; 108,5 MHz Frekuensi Range&#8230;</li>
<li>25 Watt Power Output, <em><strong> </strong></em><strong>Flat</strong>&#8230; Daya Output rata 25 Watt mulai 87,5 &#8211; 108,5 MHz&#8230;.</li>
<li>Vcc +13,8 Volt DC</li>
<li>0 Watt &#8211; 25 Watt Potensio Adjustment Power&#8230;. (daya output pemancar FM dapat diatur 0 Watt &#8211; 25 Watt dengan memutar power potensio di panel depan)</li>
<li>Type Phi &#8211; Output Low Pass Filter&#8230; dengan redaman harmonisa  yang sangat bagus&#8230; (menurut pendapat saya)&#8230; he..he..he&#8230;.</li>
<li>One Tune Trimer Capasitor&#8230; 5 &#8211; 100 pF&#8230;.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Power Suply, </strong>Ada 2 Power Suply :<strong><br />
</strong></p>
<ul>
<li style="text-align: justify;">Switching Power Suply Komputer Type Lama (Built-Up). Diambil +12 Volt untuk mensuplay PLL, MPX Stereo, Level Indikator dan Kipas Pendingin&#8230; Sementara +5 Volt untuk Rangkaian Digital Dispaly Frekuensi pada Seven Segmen</li>
<li style="text-align: justify;">+13,8 VDC &#8211; 10 Ampere Switching Regulator untuk mensuplay Boster 25 Watt&#8230;</li>
</ul>
<p><strong>5. Soft Start Circuit :</strong></p>
<ul>
<li style="text-align: justify;">Menggunakan Aktif Soft Start Circuit dengan Full-Contact Time Delay  1 detik&#8230;. Rangkaian ini untuk mengantisipasi Arus Sentak yang cukup besar saat pertama Pesawat dihidupkan&#8230;</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Berikut Rangkaian jadi dari Pesawat PLL Pemancar FM Stereo + Booster 25 Watt yang saya buat saat itu :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rangkaian Enkoder / MPX Stereo :</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="mpx" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2010/06/a6_mpx.jpg" alt="" width="480" height="320" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rangkaian FET Osilator + PLL :</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignnone" title="pllosc" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2010/06/a5_plldisplay.jpg" alt="" width="480" height="360" /><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>PLL Lock Internal LED Indikator :</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="lock_indikator" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2010/06/a2_lock-indikator.jpg" alt="" width="480" height="360" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>MPX Stereo + PLL Osilator + Booster 25 Watt :</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="pll+bosster" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2010/06/a4_pllmpxbosster.jpg" alt="" width="480" height="360" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Switching Regulator + Soft Start Circuit :</strong></p>
<p><img class="alignnone" title="power_suply" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2010/06/a3_power-suply.jpg" alt="" width="480" height="360" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>102,3 MHz  PLL Test Display + LED  Lock Indikator :</strong></p>
<p><img class="alignnone" title="test_display" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2010/06/a1_test-display.jpg" alt="" width="480" height="360" /></p>
<p style="text-align: justify;">Pembuatan PLL Pemancar FM Stereo + Boster FM 25 Watt tersebut di atas memang masih perlu pengembangan&#8230; diantaranya adalah penambahan SWR Protektor pada bagian akhir setelah RF Power Amplifier c1946A dan Low Pass Filter&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Dari hasil uji ketahanan, Pesawat PLL Pemancar FM Stereo + Booster  FM 25 Watt tersebut sudah saya uji ON-Air selama lebih dari 10 x 24 jam Non-Stop dengan Power Maksimal pada 25 Watt beban Antena dengan SWR 1 : 1,05 dengan hasil cukup memuaskan sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>Suhu Pendingin Boster Stabil&#8230;.</li>
<li>Suhu Switching Regulator Stabil&#8230;.</li>
<li>Kualitas Audio Stabil&#8230;.</li>
<li>Daya Output Stabil pada 25 Watt&#8230;.</li>
<li>MPX L &#8211; R Separation stabil&#8230;.</li>
<li>Osilator + PLL Stabil&#8230;. tanpa Adjustment ulang Koker&#8230;.</li>
<li>Frekuensi Stabil&#8230;.</li>
<li>RF Output Low Pass Filter Filter Stabil&#8230;.</li>
<li>SWR Stabil pada 1 : 1,05&#8230;.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Selain itu penambahan Daya Output perlu dilakukan mengingat 25 Watt belumlah cukup. Saat  itu (tahun 2000) memang sudah memenuhi syarat untuk Broadcasting,&#8230;.  namun untuk saat ini paling tidak 200 Watt (2 x SC2694) mungkin baru bisa bersaing dengan stasiun-stasiun Broadcasting Lokal&#8230; paling tidak untuk  Radio Komunitas&#8230;. he..he..he&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai saat ini, meskipun sudah 9 tahunan&#8230; dan sudah tidak ON-AIR lagi,&#8230;. Pesawat PLL Pemancar FM Stereo + Booster FM 25 Watt tersebut masih Oke dan masih dapat dioperasikan&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian mudah-mudahan artikel ini bermanfaat&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oprekzone.com/membuat-pll-pemancar-fm-stereo-boster-25-watt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>128</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sistem Pemancar FM Stereo</title>
		<link>http://oprekzone.com/sistem-pemancar-fm-stereo/</link>
		<comments>http://oprekzone.com/sistem-pemancar-fm-stereo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 15:57:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oprekzone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika]]></category>
		<category><![CDATA[FM Stereo]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Pemancar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oprekzone.com/?p=1023</guid>
		<description><![CDATA[Sistem Pemancar FM Stereo. Dalam produksi suara stereofonik, suara dihasilkan oleh dua mikrofon yang berlainan dan direkam pada dua set sistem perekam suara. Sistem ini memerlukan dua saluran perekam audio terpisah. Dua sistem saluran yang berbeda ini disebut saluran kiri (L) dan saluran kanan (R). Sekitar pertengahan 1950-an, ada gerakan untuk memperluas teknik ini untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Sistem Pemancar FM Stereo</strong>. Dalam produksi suara stereofonik, suara dihasilkan oleh dua mikrofon yang berlainan dan direkam pada dua set sistem perekam suara. Sistem ini memerlukan dua saluran perekam audio terpisah. Dua sistem saluran yang berbeda ini disebut saluran kiri <em>(L) </em>dan saluran kanan<em> (R).</em> Sekitar pertengahan 1950-an, ada gerakan untuk memperluas teknik ini untuk siaran FM. Beberapa stasiun yang memegang izin rangkap siaran AM dan FM melakukan percobaan dengan siaran satu saluran pada pemancar AM dan saluran yang lain pada pemancar FM&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1023"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Hal tersebut jelas bahwa pendekatan ini tidak memuaskan. Kemudian teknik tersebut segera diganti dengan teknik siaran sekarang yang memancarkan dua saluran sekaligus pada satu pemancar FM. Spektrum lengkap gelombang pemodulasi pada pemancar FM seperti gambar di bawah ini :</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="spektrum_fm" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2010/06/spektrumfm1.jpg" alt="" width="485" height="200" /></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam siaran FM stereo, sinyal <em>L</em> dan <em>R</em> tidak dipancarkan sendiri-sendiri. Mereka dipancarkan tergabung membentuk saluran jumlah (<em>L + R</em>) dan saluran selisih (<em>L &#8211; R</em>). Saluran jumlah dipancarkan langsung. Sedangkan saluran selisih memodulasi sub-pembawa 38-kHz, yang menghasilkan suatu sinyal DSB-SC (<em>Double Side Band Suppressed Carrier</em>). Pembawa 38-kHz ditindas agar jalur samping LSB (<em>Lower Side Band</em>) 38 &#8211; 23 kHz dan USB (<em>Uper Side Band</em>) 38 &#8211; 53 kHz lebih berperan dalam deviasi pemancar. Suatu fase sinyal &#8220;pilot&#8221; atau sinyal pandu 19-kHz yang koheren (sefasa) dengan sub-pembawa 38-kHz dipancarkan untuk mensinkronkan osilator sub-pembawa dalam penerima dengan osilator sub-pembawa dalam pemancar. Bentuk gelombang gabungan tersebut memodulasi pemancar FM dengan cara yang lazimnya&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagian spektrum yang diberi label SCA adalah pita Otorisasi Pembawa Langganan (<em>Subscription Carrier Authorization</em>) atau juga disebut sebagai (<em>Secondary/Subsidiary Communications Authorization</em>). Pita ini merupakan sub-pembawa tambahan yang digunakan untuk membawa saluran &#8220;tersembunyi&#8221; lainnya. Dapat digunakan untuk memancarkan musik latar-belakang oleh beberapa stasiun ke pelanggan. Pada dasarnya suatu pemancar FM Stereo dimodulasi oleh sinyal stereo seperti spektrum di atas, meskipun sekarang pada banyak pemancar FM stereo tidak dilengkapi  fasilitas SCA.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada waktu siaran stereo diperkenalkan, FCC mensyaratkan agar penerima mono yang ada mampu menerima siaran stereo ataupun mono tanpa modifikasi. Hal ini yang menyebabkan sinyal-sinyal <em>L + R</em> dan <em>L &#8211; R</em> dipancarkan bukan menurut <em>L</em> dan <em>R</em>. Sinyal <em>L + R</em> identik dengan yang dipancarkan oleh pemancar mono dan ini yang dideteksi dan diterima oleh semua penerima mono&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Sinyal pilot dipancarkan sebagai pengganti sub-pembawa, karena 19-kHz jatuh ke dalam bagian yang kosong dari spektrum  sinyal pemodulasi gabungan. Seandainya pembawa 38-kHz dipancarkan, maka sinyal tersebut harus dipisahkan dari pita sisi <em>L &#8211; R</em>, yang hanya berbeda sekitar 30-Hz. Hal ini tentunya akan memerlukan penyaringan yang sangat sulit dan mahal. Sinyal pilot ini dihasilkan oleh pemancar dari sub-pembawa 38-kHz yang kemudian ditindas. Cara ini ternyata yang paling baik, karena sinyal 19-kHz ada di luar rentang frekuensi audio <em>L + R</em> (0 &#8211; 15 kHz) maupun rentang sub-pembawa 23 &#8211; 53 kHz. Hal tersebut menghasilkan cakap silang (interferensi) yang lebih kecil dan juga memudahkan dalam memulihkan sub-pembawa tanpa interferensi dari sinyal audio&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Rangkaian yang bisa mengkode gelombang pemodulasi seperti spektrum di atas adalah berupa Enkoder FM Stereo (<em>Multiplexer FM Stereo</em>) yang blok diagramnya seperti di bawah ini :</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="enkoderblok" src="http://oprekzoneimage.files.wordpress.com/2010/06/blogenkoder.jpg" alt="" width="485" height="325" /></p>
<p style="text-align: justify;">Penggunaan Tapis Lolos Bawah (<em>Low Pass Filter</em>) untuk sinyal audio input mutlak diperlukan untuk membatasi supaya frekuensi audio input benar-benar tidak sampai 15-kHz&#8230;. Biasanya Tapis Lolos Bawah yang digunakan di-fixed pada sekitar 12 kHz untuk frekuensi lancung-nya&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup banyak metode yang digunakan untuk pembangkitan sinyal sub-pembawa 38-kHz. Mulai metode balans modulator biasa sampai dengan yang menggunakan metode pencuplikan sinyal. Salah satu yang paling menentukan kualitas pemisahan sinyal audio <em>L </em>dan <em>R</em> adalah keselarasan fasa antara fasa sinyal DSBSC dari sub-pembawa 38-kHz dan fasa dari sinyal pilot 19-kHz. Selain itu kestabilan dari osilator 76-kHz sangat berpengaruh. Pada rangkaian Enkoder kualitas tinggi sering digunakan kristal kuarsa sebagai komponen osilator sehingga diperoleh kestabilan frekuensi yang sangat tinggi. Biasanya digunakan kristal kuarsa dengan frekuensi 4,864-MHz dengan beberapa  rangkaian pembagi sehingga didapatkan frekuensi 38-kHz dan 19-kHz&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;">Keluaran dari MPX memiliki komposisi sinyal dengan frekuensi 0 &#8211; 15 kHz untuk <em>L + R</em>, 23 &#8211; 53 kHz dengan sub-pembawa 38-kHz DSBSC untuk <em>L &#8211; R </em>dan 19-kHz untuk sinyal pilot atau sinyal pandu. Ketiga komponen tersebut dimodulasikan ke pemancar FM melalui VCO. Mengingat cukup luasnya bidang frekuensi pemodulasi pada pemancar FM stereo maka respon frekuensi VCO terhadap frekuensi pemodulasi juga sangat menentukan kualitas dari hasil pancaran sinyal FM stereo. Khususnya pemisahan jalur antara <em>L</em> dan <em>R</em> sehingga diperoleh tingkat pemisahan yang tinggi yang biasanya dinyatakan dalam &#8211; dB&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oprekzone.com/sistem-pemancar-fm-stereo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
