Bahaya Kejutan dan Sengatan Listrik. Pernahkah Anda berpikir seperti apakah bahaya listrik itu? Tingkat bahaya listrik dapat berbeda-beda tergantung beberapa hal seperti tingkat tegangan, frekuensi kerja, dan kondisi di sekitar titik bahaya itu sendiri. Selain dari kondisi titik bahaya, faktor lain yang tidak kalah penting adalah manusianya, seberapa peduli dan sejauh mana pemahaman tentang karakteristik dasar listrik pada umumnya.

Berikut ini beberapa jenis tingkat bahaya kejutan dan sengatan listrik dan efeknya terhadap manusia :

  • Kejutan listrik dapat berkisar antara 1 mA pada ambang perasaan
  • Sampai dengan 5 mA untuk kejutan yang mulai terasa
  • Sampai 10 mA untuk terjadinya permulaan kelumpuhan tangan
  • Sampai 30 mA untuk terjadinya penghentian pernafasan yang dapat menyebabkan kematian
  • Sampai 75 mA untuk terjadinya “fibrasi ventikular” (detak jantung yang tidak teratur) dan dapat membawa maut
  • Dengan arus 4 A jantung dapat berhenti bekerja tetapi mungkin mulai berdetak kembali bila arus mati
  • Di atas 5 A akan membakar jaringan, tetapi tidak akan menjadi fatal bila bukan organ vital yang dikenai

Suatu kejutan atau sengatan listrik yang relatif kecil dapat menjadi bahaya apabila menyebabkan reaksi yang keras yang dapat melontarkan seseorang ke belakang dan mungkin akan mengenai benda keras atau terjatuh dari tangga yang dapat menyebabkan luka-luka. Berikut ini beberapa nilai resistansi kontak kulit yang umum :

  • Sentuhan jari, kering, 50-kOhm, basah, 5-kOhm;
  • Memegang kawat, kering, 15-kOhm, basah, 2-kOhm;
  • Kaki ke tanah basah dengan sepatu basah, 5-kOhm;
  • Tangan di dalam air, 300-kOhm

Jadi, berdiri di atas tanah lembab dengan sepatu basah, sambil memegang sebuah tang, dan menyentuh kawat beraliran listrik, seseorang akan mempunyai resistansi ke tanah sekitar 10-kOhm. Dari hukum Ohm, V = IR, tegangan untuk menghasilkan kesakitan yang sangat = 0,005 x 10.000, atau 50 V. Bila tangannya berkeringat, tegangannya hanya akan sebesar sekitar 35 V. Pada tegangan ac 120 V dapat mengalir arus yang cukup besar yang dapat mengakibatkan kelumpuhan pernafasan karena setelah beberapa saat resistansi kontak badan akan menurun, sehingga arus kejut membesar.

Jika seseorang kesetrum karena terkena kejutan atau sengatan listrik, arus listriknya hendaknya dimatikan sebelum menyentuh orang tersebut. Jika tidak mungkin dilakukan, orang tersebut hendaknya ditarik agar lepas dari rangkaian dengan menggunakan kain kering, atau didorong dengan tongkat kayu kering atau yang berbahan isolator. Jika pernafasan telah terhenti, maka harus segera diberikan pertolongan nafas buatan melaui mulut-ke-mulut. Jika tidak ada tanda-tanda pulsa pada kerongkongan, harus segera diberikan pengembalian denyut jantung (Cardio Pulmonary Resuscitation = CPR).

Lintasan arus akan menentukan tingkatan bahaya maut dari kejutan ata sengatan listrik. Melalui tangan atau telapak-tangan dapat atau tidak menimbulkan bahaya maut, sedangkan melalui tubuh atau jantung atau mengenai otak atau daerah tulang-belakang, kejutan dapat sangat berbahaya. Seseorang harus yakin bahwa dirinya tidak berhubungan dengan tanah pada waktu sedang bekerja dengan peralatan listrik, menala pemancar, dan sebagainya.

Pada gelombang ac RF tegangan-tinggi, seperti yang terdapat pada rangkaian LC atau ujung antena pemancar, bisa menimbulkan bahaya kejutan atau sengatan listrik RF frekuensi-tinggi yang lebih besar, meskipun hanya berkekuatan beberapa watt RF, dapat mengakibatkan kebakaran kulit daripada mengakibatkan kejutan biasa. Dengan daya yang lebih tinggi kebakaran akan semakin masuk ke kulit dan lambat sembuhnya. Ujung antena pemancar harus selalu cukup tinggi aagar tidak terjangkau oleh siapa saja.